Tim Ekspedisi Patriot Siap Bantu Ekosistem 2.500 SPPG di Papua

Ihfa Firdausya
29/4/2026 16:16
Tim Ekspedisi Patriot Siap Bantu Ekosistem 2.500 SPPG di Papua
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (tengah, baju putih) dalam Konferensi Pers Rapat Pleno Hasil Reviu Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Rabu (29/4/2026).(MI/Ihfa Firdausya)

MENTERI Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan tim Ekspedisi Patriot siap menyukseskan target pembangunan 2.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua tahun ini. Target tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas layanan makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak hingga ibu hamil di Papua.

Sebagai informasi, Ekspedisi Patriot adalah program yang digagas Kementerian Transmigrasi yang melibatkan ribuan mahasiswa, akademisi, dan tenaga ahli untuk memetakan potensi ekonomi serta membangun kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, termasuk Papua.

“Kami dari tim Ekspedisi Patriot berkomitmen untuk ikut membantu 2.500 lebih yang akan dibangun SPPG di Papua. Yang menjadi titik concern beliau adalah bagaimana kami tim Ekspedisi Patriot akan mendukung ekosistemnya, penyediaan bahan pangannya dan sebagainya,” ujar Iftitah dalam Konferensi Pers Rapat Pleno Hasil Reviu Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Rabu (29/4).

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Vernando Wanggai menambahkan, keterlibatan tim Ekspedisi Patriot ini merupakan bagian dari langkah terobosan percepatan pembangunan di tanah Papua melalui program transmigrasi.

“Pendekatan kolaborasi dengan perguruan tinggi sehingga dapat memetakan potensi ekonomi wilayah, kemudian dapat memetakan kelembagaan ekonomi yang kontekstual dengan Papua, juga memetakan komoditas-komoditas unggulan yang sangat lokalitas tapi punya nilai ekonomi,” kata Velix dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, Kementerian Transmigrasi memiliki berbagai kawasan produksi yang menghasilkan ekosistem rantai pasok di daerah masing-masing.

“Kami dari komite akan bersama-sama mempersiapkan kelembagaan SPPG-nya dari sisi mitra strategis dalam pendirian dapurnya. Kemudian dari Kementerian Transmigrasi dan juga perguruan tinggi akan melakukan pendampingan terhadap ekosistem rantai pasok komoditasnya, baik yang untuk pemenuhan gizinya, hasil ternak, hasil sayur-mayur, protein, karbohidrat, yang ini mendekatkan pasar offtaker di tingkat lokal,” paparnya.

“Jadi ini mungkin salah satu langkah SPPG di kawasan transmigrasi nanti akan didampingi untuk mendekatkan offtaker di tingkat lokal. Pasti ada komoditas unggulan lain, ada pala, kopi, cokelat, dan juga komoditas lain yang tentu beragam offtaker baik di tingkat nasional maupun di tingkat lokal,” pungkasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya