Kawasan Transmigrasi Didorong Jadi Tumpuan Capai Swasembada Pangan

Naufal Zuhdi
28/4/2026 17:15
Kawasan Transmigrasi Didorong Jadi Tumpuan Capai Swasembada Pangan
.(MI/Naufal Zuhdi)

PEMERINTAH saat ini terus mendorong swasembada pangan, salah satunya melalui pengembangan kawasan transmigrasi. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menilai, potensi lahan dan tenaga kerja di kawasan transmigrasi menjadi modal utama untuk menopang produksi pangan nasional, termasuk di luar komoditas padi.

Menteri Transmigrasi (Mentrans), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara menyatakan bahwa Kementrans telah menjalankan langkah kolaboratif dari berbagai kementerian untuk mempercepat program tersebut.

“Kami sudah ada MoU (Memorandum of Understanding) dengan Kementerian Pertanian, sudah ada MoU juga dengan kementerian-kementerian lainnya seperti Kementerian Desa, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian ATR/BPN untuk penyediaan lahannya dan sebagainya, termasuk dengan KKP,” kata Iftitah saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/4).

Kontribusi kawasan transmigrasi terhadap produksi pangan disebut sudah terlihat di sejumlah daerah. Untuk komoditas padi, misalnya, sebagian besar produksi di beberapa wilayah berasal dari kawasan transmigrasi.

“Misalkan untuk padi saja, ketika misalkan Menteri Pertanian mengatakan swasembada beras misalkan, itu ada beberapa tempat titik seperti di Sumatera Selatan, 40% padinya disumbang dari kawasan transmigrasi. Juga misalkan di Merauke, itu hampir lebih dari 60% disumbang dari kawasan transmigrasi. Jadi seperti durian, itu untuk Parigi Moutong saja 80% dari kawasan transmigrasi,” bebernya.

Iftitah menambahkan, konsep swasembada pangan yang saat ini diterapkan oleh pemerintah tidak hanya terbatas pada produksi beras, namun juga mencakup sektor lain seperti sektor perikanan.

“Jadi swasembada pangan tidak terbatas hanya kepada masalah padi saja, tapi juga sekarang misalkan ikan, perikanan dan sebagainya. Itu juga yang sedang kami kembangkan dan sedang berjalan, sudah juga ada hasilnya di beberapa tempat,” terang dia.

Dalam rangka memperkuat transformasi transmigrasi, pemerintah dalam hal ini Kementrans tengah kini memperkuat tiga aspek utama, yakni peningkatan pengetahuan dan teknologi, investasi, serta akses pasar.

“Dan yang ketiga adalah offtaker. Tiongkok juga merupakan salah satu offtaker yang kita approach untuk kita bisa memasarkan hasil produk-produk transmigrasi,” paparnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya