Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi di Gorontalo, Viva Yoga: Jangan Dijual

Ihfa Firdausya
09/4/2026 06:45
Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi di Gorontalo, Viva Yoga: Jangan Dijual
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi(MI/Ihfa Firdausya)

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyerahkan 109 sertifikat hak milik (SHM) kepada warga transmigrasi di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Rabu, (8/4). Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan agar SHM yang sudah dimiliki itu tidak dijual.

"Tidak boleh dijual, ya. Itu adalah pemberian negara agar Bapak-Ibu bisa mengelola tanah itu menjadi sumber ekonomi, menjadi sumber kehidupan keluarga, dan akhirnya nanti dapat meningkatkan pendapatan. Kalau untuk disekolahkan di bank sih boleh, untuk usaha," kata Viva Yoga saat acara penyerahan. Turut hadir mendampingi antara lain Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Bupati Gorontalo Tonny Yunus.

Wamentrans menjelaskan, pemberian SHM kepada kepada warga di kawasan transmigrasi merupakan tindak lanjut dari paradigma baru transmigrasi. Paradigma baru tersebut adalah melakukan revitalisasi dan transformasi.

"Kita ingin menuntaskan masalah-masalah pada masa lalu yang belum selesai. Pada periode kami, kami ingin tuntaskan semuanya terutama untuk pemberian lahan baik itu HPL maupun SHM yang tertunda, kita percepat," ujarnya.

Kementerian Transmigrasi juga sudah melakukan kerja sama dengan kementerian terkait terutama Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat proses terbitnya SHM untuk warga transmigrasi.

"Beberapa kasus memang terjadi ada tumpang tindih kawasan, tetapi dari keputusan Komisi V beserta dengan mitra komisi dari Kementerian Transmigrasi, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian ATR/BPN menyimpulkan bahwa jika ada kawasan kehutanan yang berada di kawasan transmigrasi maka Kementerian Kehutanan harus melepas hak hutannya," papar wamen.

"Jadi dengan proses ini beberapa daerah sudah selesai dan sebagian sedang dalam proses. Kita upayakan agar secepatnya di tahun 2026 ini segala masalah yang berkaitan dengan lahan SHM itu bisa selesai," imbuhnya.

Pada 2025, katanya, pemerintah telah menyelesaikan 17.531 SHM warga transmigrasi. Sisanya sekitar 30% akan diselesaikan pada 2026 ini. Di sisi lain, Kementerian Transmigrasi mendorong masyarakat transmigrasi untuk bisa mengembangkan produk lokalnya.

"Itu berbeda-beda, misalnya di daerah Jambi itu masyarakat trans-nya lebih banyak tanam sawit. Kalau di daerah Gorontalo saya rasa perkebunan jagung atau kelapa dalam, dan nanti ada program hilirisasi ayam dari Danantara," tutur Wamen.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menambahkan, hilirisasi ayam adalah salah satu program yang mendukung Asta Cita di bidang pangan. Dalam hal ini, Gorontalo mendapatkan alokasi satu program dengan nilai investasi kurang lebih Rp2,4 triliun.

"Kemarin kami sudah menandatangani MOU bersama ID Food untuk segera merealisasikan pembangunannya. Itu akan diawali dengan pembangunan pabrik pakan ternak," kata Gusnar.

"Mengapa Gorontalo didahulukan? Karena Gorontalo ini basisnya adalah produksi jagung. Kita memiliki produksi jagung di sini tahun 2024 di kurang lebih 1,5 juta ton sehingga persoalan bahan baku untuk pakan ternak tidak jadi persoalan. Kalau itu jadi maka klaster-klaster daerah transmigrasi juga menjadi ekosistem utama untuk mendukung program itu," jelasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya