Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda merasakan reaksi tertentu setelah mengonsumsi atau terpapar sesuatu, sementara orang lain tidak merasakan hal yang sama?
Misalnya, saat orang lain bisa mengonsumsi makanan atau menggunakan produk tertentu tanpa masalah, Anda justru mengalami reaksi yang tidak nyaman. Kemungkinan besar, Anda sedang mengalami alergi terhadap sesuatu, baik itu makanan, udara, atau bahkan debu.
Alergi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak kecil. Mari kita telusuri lebih jauh mengenai apa itu alergi dan bagaimana dampaknya jika dibiarkan berlarut-larut.
Menurut wawancara yang dilakukan Media Indonesia dengan dokter specialis anak Stumpal Andreas di acara Panasonic si-Biru SUPER X, alergi adalah reaksi tubuh yang tidak terjadi pada orang lain, tetapi justru terjadi pada diri kita. Alergi bisa muncul dalam berbagai bentuk.
Andreas menjelaskan, “Kenapa sih disebutnya alergi? Jadi gini, misalnya kita kena tungau, kita langsung bereaksi, tapi orang lain enggak kenapa-kenapa. Itu yang namanya alergi.”
Alergi adalah respon berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat tertentu, dan sayangnya, alergi tidak dapat disembuhkan.
Alergi akan selalu ada pada penderita. Mengapa demikian? Karena tubuh penderita alergi akan terus menolak atau bereaksi berlebihan terhadap zat yang memicunya.
“Ini prinsip dasar, alergi itu akan selamanya ada, karena tubuh kita menolak atau bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu. Tapi, alergi bisa dihindari,” ujar Andreas.
Bagi penderita alergi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghindari zat yang dapat memicu alergi. Misalnya, jika Anda alergi terhadap tungau, pastikan kebersihan lingkungan selalu terjaga untuk menghindari kambuhnya alergi.
Lalu, bagaimana jika Anda alergi terhadap debu atau udara? Anda bisa menggunakan air purifier untuk membersihkan udara atau mengenakan masker untuk mencegah debu masuk ke tubuh Anda.
Penting untuk dipahami bahwa alergi memiliki dampak yang sangat serius, bahkan bisa berakibat fatal.
Banyak orang yang meremehkan alergi dan berpikir bahwa dengan mengonsumsi atau melawan zat pemicu alergi, masalahnya akan hilang. Namun, ini sangat berbahaya. Alergi perlu diwaspadai karena bisa mengancam nyawa.
“Reaksi alergi bisa menyebabkan kematian, karena reaksi terbesar yang bisa terjadi adalah sesak napas akibat sumbatan pada saluran pernapasan, terutama di paru-paru. Jika ini terjadi, dalam hitungan lima menit bisa berakibat fatal. Reaksi lainnya adalah reaksi yang bisa membuat jantung berhenti berdetak,” jelas Andreas.
Jangan pernah anggap remeh alergi, terutama jika Anda mengalami reaksi yang berlebihan dan serius. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved