Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Kulit dan Kelamin Eddy Karta menjelaskan penyebab biduran, salah satunya karena musim hujan dan berbagai faktor
lainnya, serta cara mengatasi biduran dengan tepat.
"Biduran atau urtikaria dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu akut apabila timbulnya kurang dari 6 minggu dan kronik bila timbulnya sudah lebih dari 6 minggu," kata Eddy Karta dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Selasa (19/11).
Dokter yang praktik di C(E)K Kulit dan Kelamin Cikajang itu menjelaskan urtikaria akut sering disebabkan oleh makanan, obat-obatan, gigitan serangga, dan produk kulit.
Sementara urtikaria kronik dapat lebih kompleks karena melibatkan faktor genetik atau keturunan, kelainan autoimun, infeksi tersembunyi, maupun idiopatik atau tidak diketahui.
Eddy berpendapat musim hujan dapat menjadi salah satu faktor munculnya biduran dengan mengatakan.
"Ya, musim hujan bisa disertai dengan peningkatan kejadian biduran," ungkap Eddy.
Menurut dia, penyebab utama peningkatan kejadian biduran di musim hujan adalah udara dingin atau percikan air hujan yang dingin dan dapat menyebabkan aktivasi sel mast pada individu sensitif.
Faktor lainnya bisa karena kelembapan yang memicu berkembangnya bakteri dan jamur di kulit bila tidak rajin membersihkan kulit setelah terkena air hujan.
Lebih lanjut, ada beberapa gejala biduran yang dapat dirasakan penderitanya. Antara lain peninggian kulit berupa papul atau plakat eritematosa dengan batas jelas, memiliki ukuran beragam, gatal, serta akan menghilang dalam 24 jam.
Biduran dapat dikategorikan ringan jika berupa reaksi lokal terhadap alergen yang menempel pada kulit, seperti debu, serangga, udara dingin, dan produk kulit.
Namun, biduran dapat berbahaya jika menjadi bagian dari alergi umum yang terjadi di saluran napas dan dapat mengakibatkan sulit bernapas, misalnya bibir yang bengkak dan pita suara yang membengkak.
"Bila terjadi di sistem kardiovaskular, (biduran) dapat sebabkan penurunan tekanan darah sampai pasien merasa mau pingsan," kata Eddy.
"Pada kasus urtikaria kronik, (biduran) dapat disertai dengan demam, kelelahan, pembesaran kelenjar getah bening, dan penurunan berat badan dapat menjadi gejala kanker darah atau leukemia," sambungnya.
Dalam beberapa kasus, mencari penyebab biduran dengan wawancara medis saja tidaklah cukup. Oleh karena itu, terkadang dokter akan melakukan tes lanjutan, seperti tes darah dan tes alergi uji tusuk kulit untuk mencari tahu penyebab biduran pada seseorang.
Setelah menemukan penyebabnya, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien untuk mengatasi urtikaria atau biduran.
Apabila biduran yang diderita termasuk ringan, Eddy mengatakan pasien dapat mengobatinya di rumah dengan obat antihistamin dan mengoleskan losion kalamin.
Pada kasus biduran kronik, sebaiknya pasien melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter ahli untuk mendapatkan perawatan.
Sebelum biduran terjadi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memcegahnya, terutama ketika musim hujan seperti sekarang.
Pertama, gunakan pakaian tertutup dan hangat agar terhindar dari air hujan yang dingin
"Dapat juga menggunakan sarung tangan, scarf atau syal untuk menutupi bagian leher dan wajah," kata Eddy.
Jika tubuh basah karena air hujan, jagalah kebersihan dan segera mandi dengan sabun. Setelah itu, keringkan tubuh dengan handuk dan gunakan pakaian bersih serta kering.
Untuk pencegahan biduran yang belum diketahui penyebabnya, buatlah food diary (jurnal makanan) atau catatan berisi daftar makanan yang telah dimakan. Dari jurnal tersebut, kaitkan dengan munculnya biduran.
"(Buat juga) symptom journal untuk mencatat waktu dan situasi fisik, serta kondisi emosional yang berlangsung ketika munculnya biduran," kata Eddy.
"Bila masih sulit mencari penyebab dan menjadi kronik, disarankan melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter ahli," sambungnya.
Di sisi lain, Titi Moertolo, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan bahwa biduran tidak ada kaitannya dengan musim hujan.
Menurut dia, faktor utama terjadinya biduran dapat disebabkan oleh kurang sehatnya gaya hidup maupun pola makan seseorang.
"Biduran itu tidak ada kaitan langsung (dengan musim hujan), tapi berkaitan langsung dengan gaya hidup dan pola makan," kata
Titi.
Dokter yang membuka klinik praktiknya sendiri di kawasan Jakarta Pusat itu menambahkan, "Biduran bisa terjadi, misalnya alergi, tapi yang jelas harus dicari dan dihentikan penyebabnya."
Terkait gejala biduran, Titi menjelaskan hal yang kurang lebih sama seperti Eddy. Biasanya, gejala umum biduran adalah terdapat bintil, gatal, dan bila digaruk dapat menyebabkan luka.
"Kalau biduran biasanya (bisa terjadi di) keseluruhan tubuh, biasanya bintil, bintik-bintik, gatal, dan bila digaruk dapat menyebabkan luka," kata Titi.
Oleh karena itu, jika sudah mengalami biduran, Titi mengatakan bahwa hal terpenting yang harus dilakukan adalah mencari faktor penyebabnya terlebih dahulu melalui bantuan dokter.
Hal tersebut penting untuk mengetahui waktu timbul biduran, riwayat atopi pada keluarga, obat-obatan atau produk kulit yang baru, alergi makanan, dan penyebab lainnya.
Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan yang tepat untuk pasien biduran. (Ant/Z-1)
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari memperingatkan bahwa virus HPV tidak hanya menular lewat hubungan seksual, tapi juga kontak kulit dan objek tertentu.
Ahli estetika dr. Dewita Kamaruddin memperingatkan munculnya tanda penuaan di usia 20-an akibat gaya hidup buruk. Simak tips perawatannya di sini.
Jelita, kamu punya tas, dompet, atau asesoris fesyen lainnya berbahan kulit yang keren tapi masih diragukan kehalalan material dan prosesnya?
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pakar IPB menjelaskan fenomena El Nino Godzilla, penyebab hujan di masa pancaroba, dan prediksi kemarau panjang selama enam bulan di Indonesia.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved