Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Polemik mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN) yang hingga kini belum memiliki nama menarik perhatian Ketua Umum Gerakan Pemuda Marhaenis, Izedrik Emir Moeis. Dalam acara bedah buku “Inche Abdoel Moeis, Pejuang Nasionalis Tanpa Pamrih” di Universitas Mulawarman, Emir mengusulkan agar IKN diberi nama Soekarnapura, merujuk pada sejarah pendiri bangsa.
Menurut Emir Moeis, pemberian nama IKN ada baiknya dikaitkan dengan sejarah berdirinya Negara Indonesia. “Kita harus ingat sejarah, bahwa salah satu pendiri bangsa ini adalah Soekarno. Selain sebagai presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno adalah tokoh yang merepresentasikan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Baca juga : Jokowi: Daerah di Sekitar IKN harus Suplai Bahan Pangan ke Ibu Kota Baru
Emir juga mengingatkan tentang sejarah Papua, yang telah mengalami beberapa perubahan ibu kota. “Nama ini digunakan selama masa penjajahan Belanda, dan kota ini menjadi pusat administratif utama di wilayah Papua saat itu. Nama Holandia kemudian diubah menjadi Soekarnapura setelah Belanda hengkang dari Papua, nama ini digunakan hingga tahun 1967. Kemudian oleh Orde Baru diubah menjadi Jayapura hingga sekarang ini,” tambahnya.
Baca juga : Anggaran untuk IKN di APBN 2025 cuma Rp15 Triliun
Ia menyesalkan hilangnya nama Soekarno dari puncak gunung tertinggi di Papua yang kini dikenal sebagai Puncak Jaya. “Ini saya kira sesuatu yang menjadi catatan sejarah yang menyedihkan akan perbuatan sekelompok anak bangsa yang melupakan sejarah dan pahlawannya,” kata Emir.
Di hadapan ratusan mahasiswa, dosen, dan undangan, Emir mengusulkan, “Dari sejarah itulah, saya usul agar IKN sebagai ibu kota negara diberi nama Soekarnopura,” yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Baca juga : Dana Rp15 Triliun Disiapkan untuk IKN Tahun Depan
Buku yang dibedah pada acara tersebut berjudul “Inche Abdoel Moeis, Pejuang Nasionalis Tanpa Pamrih” dan membahas sejarah perjuangan tokoh nasionalis asal Kalimantan Timur. Emir menyebutkan, “Total sekitar 2 tahun untuk proses pengumpulan data dan menulis buku ini.”
Baca juga : Perdana, Investor Tiongkok Ini Guyur Rp500 M untuk IKN
Emir berharap generasi muda memahami bahwa perjuangan pendahulu mereka tidak hanya dalam bidang fisik, tetapi juga diplomasi. “Saya ingin supaya generasi muda Kaltim itu tahu bahwa pemuda di generasi pendahulunya berjuang keras untuk pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga fakta sejarah. “Mencari fakta-fakta itu sulit. Itu mengapa mahasiswa-mahasiswa bidang sejarah terutama arsip itu penting. Sejarah itu penting karena kita tidak bisa maju ke depan kalau kita tidak tahu apa yang terjadi di belakang,” pungkasnya.
DESAIN pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), akhirnya ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto.
Muzani menyampaikan kekagumannya itu saat berkunjung ke Kantor Otorita IKN dan bertemu dengan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Senin (20/4).
Pembangunan Kampus Nusantara 1 yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara telah memasuki tahap awal dengan satu tower yang telah berdiri.
OTORITA Ibu Kota Nusantara (IKN) memaksimalkan pemberian edukasi pada masyarakat agar terbebas dari penyebaran malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
BPBD PPU memperingatkan warga di sekitar IKN dan Sepaku untuk waspada terhadap serangan buaya muara. Sudah ada dua korban jiwa di awal tahun 2026.
PENGGUNA jalan lintas antar provinsi di daerah terdekat Ibu Kota Nusantara (IKN) sekitar Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), mengeluhkan jalan yang rusak
Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung bukan sekadar nostalgia sejarah. Menurutnya, semangat tersebut merupakan agenda nyata yang tetap relevan untuk menjawab krisis global
Belanda mengembalikan tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Ketiganya meliputi arca Dewa Siwa abad ke-13, batu berprasasti yang dikenal sebagai Prasasti Damalung, serta mushaf Al-Qur’an
PERAYAAN Imlek kini tidak lagi sembunyi-sembunyi. Imlek bahkan sudah menjadi bagian dari perayaan hari besar dan tradisi budaya masyarakat Indonesia yang multipluralis.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved