Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITA Ibu Kota Nusantara (IKN) memaksimalkan pemberian edukasi pada masyarakat agar terbebas dari penyebaran malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, kepada Media Indonesia, Kamis (16/4) mengatakan, sejumlah kegiatan telah dan akan dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya dengan sasaran masyarakat di wilayah IKN.
“Kami terus berupaya untuk mencegah dan menekan penularan malaria dan DBD ke masyarakat IKN, salah satu caranya dengan melakukan edukasi langsung ke masyarakat dengan cara door to door,” ucapnya.
Minimal, lanjutnya, di lingkungan mereka bersih dari nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue dan nyamuk Anopheles pembawa parasit Plasmodium vektor utama penyebab penyakit malaria.
Diungkapkannya, kasus malaria di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sudah tidak ada penularanya, namun di luar KIPP masih ada penularan, tapi sudah banyak terjadi penurunan.
“Kami akui kasus DBD masih jadi masalah, tapi di 2026 ini kasusnya sudah turun dibanding tahun sebelumnya,” akunya.
Ia membeberkan,untuk kasus malaria khususnya di wilayah Sepaku pada tahun 2024 ada 83 kasus, sedangkan tahun 2025 sebanyak 40 kasus dan tahun ini menurun menjadi empat kasus. Sedangkan kasus DBD pada tahun 2024 sebanyak 897 kasus, lalu tahun 2025 alami penurunan menjadi 230 kasus dan 2026 ini terjadi penurunan cukup signifikan hanya sejumlah 27 kasus saja.
Kegiatan edukasi itu bukan hanya diberikan kepada masyarakat saja tetapi juga pada kalangan pekerja konstruksi di IKN berupa pelatihan pencegahan malaria dan DBD dengan peserta tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) proyek pembangunan konstruksi di IKN, mereka dilatih untuk menjadi kader pencegahan malaria dan DBD.
“Untuk keberlanjutannya pelatihan itu, kami akan memberikan obat insektisida untuk bahan fogging dan bubuk abate. Edukasi pun kami ,” ujarnya,
Selain itu juga, saat ini pihaknya telah membentuk tiga Tim Kesehatan untuk terjun langsung ke Desa dan kelurahan guna memberikan edukasi, kesehatan lingkungan mencegah malaria dan DBD serta penyuluhan serta pemberian makanan tinggi protein.
“Sasaran tim selain kepada masyarakat luas juga dikhususkan bagi Keluarga berisiko stunting dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK),” kata Suwito.
Kepada masyarakat, tambahnya, tim kesehatan kesehatan memberikan imbauan agar menjaga kebersihan lingkungan dan rumahnya untuk membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti maupun nyamuk Anopheles,
Apabila, ada anggota keluarganya atau tetangganya yang mengalami tanda atau gejala seperti demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus selama dua hingga tujuh hari atau gejala lain seperti pendarahan maka diminta untuk segera dibawa ke puskesmas terdekat.
Diterangkannya, selain telah melaksanakan pelatihan Kader Malaria di setiap segmen IKN lalu bekerjasama dengan RS Sepaku dan Puskesmas jika ada pekerja dari wilayah endemis, atau yang bergejala malaria, pihaknya juga sedang berupaya dapat melakukan survei migrasi, skrining di setiap segmen IKN bagi pekerja baru berasal dari wilayah endemis, survei vektor secara berkala, kegiatan larvasiding.
“Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Tim kesehatan dilakukan dengan cara door to door, selain edukasi tentang pemberian makanan tinggi protein, kami juga berikan penyuluhan terkait kesehatan lingkungan agar terhindar dari penularan malaria dan DBD,” pungkasnya. (EM/E-4)
PENYAKIT malaria masih menjadi isu kesehatan yang memerlukan perhatian berkelanjutan, terutama di tengah upaya pencegahan penyakit menular di tingkat komunitas.
PERINGATAN Hari Malaria Sedunia di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat aksi nyata percepatan eliminasi malaria dengan target pada 2029.
Kemenkes memperketat penanganan AIDS, TBC, dan malaria di Papua Pegunungan. Enam daerah jadi fokus utama dengan strategi baru lintas sektor.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Ajang ini diikuti oleh 25 perusahaan nasional dari berbagai sektor yang dinilai aktif berperan dalam pengendalian penyakit ATM selama tiga tahun terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved