Perkuat Cegah Malaria dari Level Komunitas dengan Pendekatan Edukasi dan Deteksi Dini

Naufal Zuhdi
26/4/2026 21:46
Perkuat Cegah Malaria dari Level Komunitas dengan Pendekatan Edukasi dan Deteksi Dini
Ilustrasi(Dok Holywings Group)

PENYAKIT malaria masih menjadi isu kesehatan yang memerlukan perhatian berkelanjutan, terutama di tengah upaya pencegahan penyakit menular di tingkat komunitas. Meski dapat dicegah, rendahnya literasi kesehatan serta faktor lingkungan membuat risiko penularan tetap ada di sejumlah wilayah, sehingga edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi kunci utama pengendalian.

Oleh karenanya, pendekatan preventif melalui edukasi dan deteksi dini pun semakin didorong, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan tenaga kesehatan. Kegiatan berbasis komunitas dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap layanan kesehatan dasar.

Melihat fenomena itu, Holywings Group memanfaatkan momentum Hari Malaria Sedunia pada 25 April 2026 untuk memperkuat edukasi di tingkat masyarakat melalui kegiatan cek kesehatan massal dan talkshow malaria. Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta, mayoritas warga Dusun Mudal, Kelurahan Sariharjo, yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis sekaligus mendapatkan edukasi terkait pencegahan malaria.

Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan seperti cek asam urat, kolesterol, gula darah, hingga pemeriksaan darah lengkap. Peserta juga dapat melakukan konsultasi langsung dengan tenaga medis dari Rumah Sakit Siloam Yogyakarta untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara menyeluruh.

Dokter dari Rumah Sakit Siloam Yogyakarta, dr. Sri Haryati, MKK, menekankan bahwa pemahaman masyarakat terhadap gejala dan pencegahan malaria menjadi faktor penting dalam menekan risiko penularan.

“Malaria merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai gejalas erta cara pencegahannya. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap gejala awal malaria serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat untukmengurangi risiko penularan,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Minggu (26/4).

Ia menjelaskan, gejala malaria yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi yang muncul secara berkala, menggigil, sakitkepala, mual, hingga kelelahan berlebihan. Untuk pencegahan, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menghindari genangan air, menggunakan kelambu saat tidur, serta memakai obat anti nyamuk terutama pada malam hari.

Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.

“Melalui kegiatan cek kesehatan massal dan talkshow malaria ini, kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Momentum Hari Malaria Sedunia menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang bermanfaat serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit,” sebutnya.

Respons positif datang dari masyarakat. Sumarni (40), salah satu peserta, mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis sekaligus edukasi yang diberikan.

“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini karena bisa mengetahui kondisi kesehatan saya secara gratis. Selain itu, talkshow tentang malaria juga sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru tentang gejala dan cara pencegahannya,” terangnya.

Kegiatan ini mencerminkan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi kesehatan. Di tengah tantangan pengendalian penyakit menular, upaya preventif melalui edukasi dan pemeriksaan dini dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan risiko penyebaran malaria. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
  • Rote Ndao Targetkan Eliminasi Malaria 2029

    26/4/2026 20:37

    PERINGATAN Hari Malaria Sedunia di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat aksi nyata percepatan eliminasi malaria dengan target pada 2029.

  • Papua Masih jadi Daerah Terbanyak Malaria

    29/5/2024 09:48

    Diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu dari 9 negara endemik malaria di wilayah Asia Tenggara yang menyumbang sekitar 2% dari beban negara malaria secara global.

  • 25 April Hari Malaria Sedunia, Ini Tema dan Sejarahnya

    25/4/2023 04:00

    Hari Malaria Sedunia pertama kali dimulai sebagai Hari Malaria Afrika. Hari itu telah diperingati pemerintah  negara-negara Afrika sejak 2001 tetapi pertama kali diperingati pada 2008.