Pengguna Keluhkan Kondisi Jalan Negara Dekat IKN Rusak

Ervan Masbanjar
09/4/2026 15:44
Pengguna Keluhkan Kondisi Jalan Negara Dekat IKN Rusak
Salah satu titik jalan negara di PPU yang jadi keluhan masyarakat(MI/Ervan Masbanjar)

PENGGUNA jalan lintas antar provinsi di daerah terdekat Ibu Kota Nusantara (IKN) sekitar Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), mengeluhkan jalan yang hampir merata alami kerusakan dan kondisi ini tidak ditangani secara maksimal. 

Salah Warga PPU yang berdomisili di Kelurahan Penajam bernama Hendro mengatakan sejumlah titik-titik jalan rusak yang jadi dikeluhkan warga itu antara lain dari kilometer 1 di Kelurahan Penajam menuju kilometer 9 Kelurahan Nipah-Nipah tepatnya di depan kantor bupati PPU, lalu mengarah ke Kelurahan Lawe-Lawe depan WTP PDAM PPU dan beberapa  titik ruas jalan lainnya.

Ia mengakui, jalan rusak itu telah mendapatkan perbaikan, namun sifatnya hanya sementara sehingga berupa tambal sulam saja tidak bertahan lama akibatnya rusak kembali.

“Kondisi kerusakan jalan itu sudah terjadi sejak Bupati PPU masih dijabat bapak Andi Harahap, lalu berganti Yusran Aspar, Abdul Gafur dan kini pak Mudyat Noor sebagai bupatinya tetapi tidak ada perubahan tetap jadi keluhan,” sebutnya.

Senada dengannya, Vera warga Kelurahan Nenang, menambahkan, akibat kondisi jalan itu, tak sedikit pengguna jalan menjadi korbannya. Apalagi jalan tersebut pada pagi hingga sore hari terbilang cukup padat.

Menurutnya, warga PPU merasa iri dengan Kecamatan Sepaku yang kini telah menjadi kawasan IKN, karena jalan di sana mendapatkan perhatian khusus pemerintah. Bahkan dibuatkan jalan baru yang lebih bagus.

“Kondisi ini jauh berbeda dengan wilayah PPU sebagai pintu gerbang IKN,” akunya.

Dirinya berharap, pemerintah bisa segera memperhatikan kondisi jalan di PPU, karena jalan ini menjadi wajah PPU yang memiliki city branding atau identitas sebagai Gerbang Nusantara. 

Terpisah, Bupati PPU Mudyat Noor mengetahui keluhan masyarakat. Pihaknya telah mengajukan usulan pada Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu).

“Kita sudah ajukan untuk dijadikan dua jalur ataupun pelebaran semua kepada Kemenpu. Tetapi lebih dahulu, kami minta dibuatkan kajian tingkat kepadatan jalan itu,” ungkapnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, berdasarkan penilaian Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kemenpu, secara nasional jalan negara di wilayah PPU 94 persen dalam kondisi baik.

“Oleh karena itu, kalau kajiannya memungkinkan untuk dilakukan pelebaran jalan atau dua jalur maka akan dibangunkan dan menjadi skala prioritas. Kita harapkan tahun 2027 depan bisa direalisasikan oleh Kemenpu,” tutupnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya