Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES merupakan salah satu penyakit kronis yang sering kali disebabkan oleh kelebihan gula dalam tubuh. Penyakit ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung dan stroke.
Namun, ada cara untuk mengelola kadar gula dalam tubuh, salah satunya adalah dengan memilih minuman yang tepat.
Mengelola kadar gula darah sangat penting bagi kesehatan, terutama bagi penderita diabetes. Selain pola makan yang seimbang, pilihan minuman yang dikonsumsi juga berpengaruh besar.
Baca juga : Tekan Diabetes, Pemerintah Sasar Minuman Berpemanis Kena Cukai
Berikut adalah beberapa pilihan minuman yang dapat membantu penderita diabetes dalam mengontrol kadar gula darah tanpa mengorbankan rasa:
Air mineral adalah pilihan terbaik bagi semua orang, terutama bagi penderita diabetes. Tanpa kalori, karbohidrat, atau gula, air tidak akan mempengaruhi kadar gula darah.
Selain itu, air membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung fungsi ginjal dalam membuang kelebihan glukosa.
Baca juga : Anda Penderita Diabetes dan Ingin Berpuasa? Konsultasi Dulu Lebih Dulu ke Dokter
Teh hijau kaya akan antioksidan, terutama polifenol, yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Teh hijau tanpa gula adalah pilihan sehat yang tidak mengandung kalori atau karbohidrat.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan metabolisme.
Jus lemon, yang kaya akan vitamin C, dapat membantu mengurangi kadar gula darah dan menurunkan kolesterol.
Baca juga : Masyarakat Diingatkan tidak Takut Periksa Gula Darah
Senyawa alami dalam lemon, seperti hesperidin, juga berperan dalam menurunkan risiko diabetes.
Buah naga tidak hanya lezat, tetapi juga bermanfaat dalam mengontrol kadar gula darah berkat kandungan seratnya.
Buah ini memiliki indeks glikemik rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan tajam kadar gula darah setelah dikonsumsi.
Baca juga : Gula Darah yang Terkendali Bisa Hindari Komplikasi Diabetes
Jus tomat mengandung banyak nutrisi, termasuk vitamin C, vitamin A, dan potasium, serta rendah karbohidrat.
Kandungan antioksidan likopen dalam jus tomat dapat membantu mengurangi peradangan dan risiko komplikasi kardiovaskular, yang sering dihadapi oleh penderita diabetes.
Kopi mengandung fitokimia yang mendukung kesehatan hati dan pankreas, serta melindungi dari perlemakan hati. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan, penting untuk mengonsumsi kopi tanpa tambahan pemanis.
Dengan memilih minuman yang tepat, penderita diabetes dapat mengontrol kadar gula darah mereka secara efektif tanpa mengorbankan kenikmatan rasa. (Z-10)
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Konsumsi gula dan garam berlebih saat buka puasa & sahur picu kulit kering hingga jerawat. Simak penjelasan dokter spesialis kulit dr. Fitria Agustina di sini.
Tahukah kamu bahwa Indonesia menduduki peringkat kelima di dunia dalam jumlah penderita diabetes? Data dari IDF, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta.
SAAT rapat tak sedikit orang yang merasa mengantuk. Sebenarnya apa yang menyebabkan hal tersebut?
DIABETES merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan gula darah. Kadar gula darah yang terus-menerus tinggi bisa merusak pembuluh darah dan mengurangi produksi kolagen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved