Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN kesehatan paru di Indonesia masih menjadi pekerjaan berat untuk pemerintah. Hingga saat ini masih banyak kasus penyakit paru seperti infeksi saluran pernapasan atas dan pneumonia, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hingga Tuberkulosis (TB) yang terus mengalami peningkatan seiring dengan memburuknya kualitas udara.
Ketua Kluster Kedokteran dan Kesehatan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional, dokter Iqbal Mochtar memaparkan setiap tahun kasus Tb di Indonesia terus mengalami peningkatan. Disinyalir angka kenaikan akan terus naik jika tak ada upaya pemaksimalan deteksi dini.
“Masih terdapat peningkatan kasus dan insiden, misalnya pada tahun 2020 jumlah kasus masih sekitar 824.000, tahun 2021 menjadi 969.000, tahun 2022 meningkat di atas 1,1 juta. Bahkan tahun 2023 sampai dengan 2024 kasus TB diperkirakan akan terus meningkat,” jelasnya kepada Media Indonesia di Jakarta pada Minggu (22/9).
Baca juga : 6 Tips Mencegah Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau PPOK
Kelainan penyakit paru juga terjadi pada kasus gangguan ISPA, Iqbal mengungkapkan kenaikan ini tak hanya terkait dengan jumlah kasus melainkan insiden prevalensi juga meningkat termasuk orang yang mengalami kematian.
“Hal yang sama juga terdapat dalam kasus ISPA kita tahu bahwa pada tahun 2021 ditemukan lebih dari 600.000 kasus. Dan ini kalau kita buat dalam bentuk rasio atau persentase itu sekitar 9,3/1.000 penduduk jadi sekitar 0,93% kasus ISPA ada di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, kasus pneumonia yang umum terkena anak-anak juga menunjukkan angka prevalensi yang cukup tinggi. Menurut Data Kementerian Kesehatan, kasus ISA mulai meningkat signifikan pada 2023 yakni 296.416 kasus pada Januari, 277.455 kasus pada Mei, dan 285.623 kasus pada Juli dengan prevalensi kasus pneumonia mencapai 3,5/100 balita.
Baca juga : 10 Tips Mencegah ISPA saat Cuaca Panas dan Polusi Udara
“Artinya 3,5% balita di Indonesia mengalami ISPA. Jadi angkanya cukup tinggi, bahkan data itu menunjukkan bahwa hampir sekitar 2 juta balita meninggal setiap tahun disebabkan kasus pneumonia. Hal ini merupakan tanda-tanda yang sangat penting bagi kita dan pemerintah untuk lebih serius dalam penanganan paru,” katanya.
Untuk itu, Iqbal mendesak pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan dan memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan terkait penanganan kasus paru, khususnya fasilitas kesehatan di tingkat Puskesmas.
“Puskesmas seharusnya bisa menjadi frontliner atau sarana pelayanan kesehatan terdepan untuk memberikan edukasi terkait penyakit-penyakit yang berhubungan pada paru. Perlu untuk dilakukan massive health education dan berikan pemahaman kepada masyarakat tentang hal-hal terkait ini dan bahayanya penyakit paru,” tuturnya.
Baca juga : Masyarakat Jakarta Bisa Dapatkan Vaksin Pneumonia secara Gratis
Iqbal menjelaskan Puskesmas juga harus dipastikan dapat memberi fasilitas pelayanan mulai dari tata laksana pencegahan, penanganan dan pemulihan seperti deteksi dini hingga pemberian memberikan vaksinasi untuk TB dan pneumonia.
“Ini harus ditingkatkan cakupannya. bagaimanapun kita harus jadikan deteksi dini dan vaksin ini semacam target untuk mencapai jumlah tertentu pada periode tertentu, dan kemudian yang tidak kalah penting adalah memberikan diagnosis deteksi dini, jadi petugas Puskesmas harus dilatih dan beri kemampuan untuk bisa mendeteksi dini,” katanya.
Namun yang tidak kalah penting adalah tersedianya obat-obatan di berbagai pelayanan kesehatan agar tidak menghambat pengobatan, khususnya bagi pasien Tb yang tidak boleh mengalami putus obat hingga 6-9 bulan.
Baca juga : Angka Pneumonia Tinggi Dapat Ditekan dengan Vaksinasi PCV
“Obat-obatan yang tersedia sehingga itu sangat penting. Kalau kita berbicara terkait kasus baru sebetulnya pencapaian di Indonesia belum baik-baik saja. Kementerian Kesehatan sudah seharusnya serius memberi peringatan untuk kasus-kasus paru. Peringatan hari paru sedunia ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki layanan kesehatan paru-paru,” tuturnya.
Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Kementerian Kesehatan, Anas Ma’ruf mengatakan edukasi terus dilakukan oleh Kementerian Kesehatan untuk memastikan masyarakat bisa terlindungi dari dampak buruk paparan polusi udara yang berakibat pada peningkatan penyakit paru.
“Sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahwa polusi itu merupakan salah satu faktor yang bisa memicu penyakit-penyakit paru karenanya dihimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat berada pada lingkungan polutan, lalu tingkatkan imun diri dengan olahraga, tidur dan makan bergizi yang cukup,” jelasnya.
Masyarakat juga disarankan untuk menggunakan masker yang dapat mengurangi paparan polusi udara PM 2.5, yakni masker KF 94, KN95, atau masker kain yang ditambah dengan filter PM 2.5t. (H-2)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
Campak kembali mengancam anak-anak di Indonesia. IDAI ungkap satu penderita bisa menulari hingga 18 orang, risiko pneumonia hingga kematian meningkat.
Prof. Tjandra Yoga Aditama membagikan tips menangani gejala ISPA ringan di rumah dan kapan waktu yang tepat untuk segera ke dokter.
Produksi dahak yang minim pada lansia serta penggunaan antibiotik yang luas sebelum diagnosis sering kali menghambat identifikasi agen penyebab.
KETUA Majelis Kehormatan PDPI Tjandra Yoga Aditama menyampaikan duka atas meninggalnya dokter muda akibat campak di Cipanas,Cianjur. Campak berisiko menyebabkan fatal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved