Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka upaya mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) akan kembali menggelar Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) pada tahun 2024. Acara ini akan diadakan pada 17 September 2024 di Jakarta dengan tema "Persembahan Istimewa Bagi Penggerak Budaya."
AKI 2024 akan membagi penghargaan menjadi dua kategori utama. Pertama, Tanda Kehormatan dari Presiden Republik Indonesia, yang mencakup Bintang Budaya Parama Dharma dan Satyalancana Kebudayaan. Kedua, penghargaan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) yang meliputi kategori Maestro Seni Tradisi, Pelestari, Pelopor dan/atau Pembaru, Lembaga dan Perorangan Asing, Media, serta Anak.
Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbud-Ristek, Restu Gunawan, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para pelaku budaya. “Anugerah Kebudayaan Indonesia adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada para penggerak budaya yang telah berdedikasi dan berkontribusi dalam upaya pemajuan kebudayaan. Itulah yang menjadi inspirasi tema AKI tahun ini,” kata Restu dalam keterangannya, Minggu (15/9).
Baca juga : Anugerah Kebudayaan Indonesia 2023, Penghargaan untuk Para Perawat Harmoni
Penghargaan ini bukan hanya sebuah seremoni, tetapi juga merupakan bentuk apresiasi mendalam terhadap konsistensi para pelaku budaya dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia. “Para penggerak budaya yang terpilih menjadi penerima penghargaan telah menunjukkan konsistensinya dalam menjaga nilai-nilai warisan budaya serta melakukan inovasi dalam mengembangkan budaya nasional. Apa yang mereka lakukan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memajukan budaya secara bersama-sama,” ujar Restu.
Bukti dari dampak Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) terlihat dari manfaat signifikan yang dirasakan oleh penerima penghargaan tahun sebelumnya, baik secara pribadi maupun kelembagaan. “Penghargaan ini bukan hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga memberikan dukungan nyata dalam melanjutkan dan mengembangkan upaya pelestarian budaya,” tuturnya.
Testimoni dari penerima AKI 2023 menunjukkan bagaimana penghargaan ini memperkuat komitmen mereka dalam menggerakkan kebudayaan di Indonesia. Salah satu penerima AKI 2023, Asep Nata, etnomusikolog asal Bandung yang menerima penghargaan kategori Pelopor dan Pembaru, mengungkapkan bahwa penghargaan ini membawa kebanggaan bagi dirinya dan keluarganya. “Banyak respon positif dan bangga yang saya dan keluarga besar rasakan terhadap aktivitas budaya yang saya geluti. Dana pembinaan yang diberikan juga sangat bermanfaat untuk keluarga saya, serta mendukung dalam mengembangkan berbagai inovasi, khususnya pada bidang etnomusikologi,” ujar Asep.
Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh, Mizuar Mahdi, yang menerima penghargaan AKI 2023 kategori Pelestari, menambahkan bahwa penghargaan ini memperkuat eksistensi lembaganya. “Masyarakat Peduli Sejarah Aceh semakin diperhitungkan serta ditunggu setiap gerak kerja dan hasil kajiannya. Dana pembinaan yang diterima dari AKI dapat digunakan untuk pengembangan sekretariat dan museum mini yang sedang dikembangkan,” pungkas Mizuar. (Z-8)
Lestari Moerdijat menegaskan bahwa seni ukir bukan sekadar karya artistik, melainkan bagian dari identitas budaya bangsa.
PEMERHATI sosial dan budaya, Agus Widjajanto mengungkap nenek moyang telah meninggalkan warisan luhur yang tidak pernah dimiliki oleh bangsa-bangsa lain, berupa ajaran dan laku luhur.
WTC Jakarta dan WTCA mengintegrasikan seni dalam ekosistem bisnis untuk memperkuat hubungan internasional dan mendorong ekonomi kreatif Indonesia.
Grab Indonesia dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta gelar GrabX Mini Festival 2026 di Kota Tua, hadirkan inovasi AI untuk dukung UMKM dan budaya lokal.
Pertanyaan "Kapan Nikah" saat Lebaran sering dianggap toxic. Pakar Psikologi UGM menjelaskan alasan di balik fenomena artefak budaya kolektif ini. Cek di sini!
DI antara isu yang mengguncang dunia Islam dari Maroko di barat hingga Indonesia di timur adalah sekularisme, baik sekularisme politik maupun kultural.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved