Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Raya Idulfitri atau Lebaran selalu menjadi momen hangat untuk bersilaturahim. Namun, di balik tradisi saling memaafkan, kerap muncul pertanyaan yang kini dianggap mengganggu privasi, seperti "kapan menikah?", "kapan punya anak?", hingga komentar mengenai fisik seseorang.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Lu’luatul Chizanah, menjelaskan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan sisa atau artefak budaya kolektif yang dahulu sangat kental dalam masyarakat Indonesia.
Dalam budaya kolektif, nilai kepedulian dijunjung tinggi demi menjaga harmoni sosial. Masalahmu adalah masalahku juga. Barangkali demikian ungkapan untuk menggambarkan situasinya,” ujarnya, Jumat (20/3).
Menurutnya, pada awalnya pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keinginan untuk memahami kondisi orang lain. Namun, seiring pergeseran nilai sosial, budaya kolektif mulai luntur dan digantikan oleh nilai-nilai yang lebih menekankan batasan personal.
“Akibatnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut kini terkesan sebagai pertanyaan julid atau toxic,” jelasnya.
Luluk menambahkan, saat ini sebagian orang memandang pertanyaan semacam itu mengganggu privasi. Nilai kolektif dengan semangat “masalahmu adalah masalahku juga” bergeser menjadi “urusanku adalah urusanku, dan urusanmu adalah urusanmu.”
Ia menegaskan bahwa tidak tepat membandingkan mana nilai budaya yang lebih baik, karena masing-masing memiliki dinamika, kelebihan, dan kekurangan.
Menurutnya, budaya kolektif yang diterapkan secara berlebihan dapat mendorong seseorang mencampuri urusan orang lain. Misalnya, kebiasaan menggunjing bersama yang berpotensi menimbulkan penghakiman sosial.
Sebaliknya, nilai individual yang diterapkan terlalu ketat juga berisiko menimbulkan isolasi sosial. Luluk menekankan bahwa jika nilai kolektif melampaui batas, hal itu berpotensi melanggar privasi individu dan mengusik perasaan orang yang ditanyai. Akibatnya, orang yang menjadi sasaran pertanyaan dapat merasa tidak nyaman, kesal, bahkan marah.
“Terlebih jika seseorang tidak memiliki kesiapan menghadapi pertanyaan yang menyentuh ranah pribadi, hal itu bisa menjadi pengalaman yang traumatis,” pungkasnya. (P-4)
Program Mudik ke Jakarta yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat respons positif dan dinilai memberi dampak nyata bagi para mitra selama periode Lebaran 2026
Layanan kereta api jarak jauh mencatat 4.246.274 penumpang dengan tingkat okupansi 118,9% dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif selama masa Angkutan Lebaran 2026 dengan melayani lebih dari 5 juta pelanggan.
TINGGINYA mobilitas masyarakat Indonesia Timur selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026 terkonfirmasi dari data yang dirilis PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4.
Direktur Utama Pelni Tri Andayani atau akrab disapa Anda menyampaikan per 29 Maret 2026, penjualan tiket untuk periode arus balik yaitu 23 Maret hingga 6 April 2026 telah mencapai 268.746 tiket.
Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada 28 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, tercatat 111.589 penumpang menyeberang dari Sumatra ke Jawa, turun 11%
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved