Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERING kali tekanan dunia usaha, kerja dan permasalahan rumah tangga menyebabkan kecemasan yang bisa menjadi penyebab asam lambung.
Kurangnya kesadaran atas kondisi kesehatan mental memicu timbulnya gangguan-gangguan psikologis yang tanpa disadari membuat seseorang terjebak dalam suatu permasalahan psikologis. Banyak orang menganggap ini sepenuhnya sebagai masalah biologis atau fisik. Namun, seringkali ada aspek fisiologis yang jarang terlihat.
Biasanya orang mencari pendekatan dari sisi biologis dan psikologis untuk mengendalikan masalah fisik yang reaktif. Namun, fenomena ini sebenarnya bisa dipengaruhi dalam kategori yang berbeda, yaitu fenomena fisiologis tubuh.
“Ketika seseorang mengalami ketakutan dan kecemasan, tubuh menciptakan hormon kortisol yang bersifat asam. Kortisol ini dapat menyerang lambung dan menciptakan permasalahan asam lambung yang sering kita kenali dengan GERD psikosomatik,” jelas Caezarro Rey Abishur yang menyebut diri pakar menghilangkan trauma nomer 1 di indonesia.
Baca juga : 4 Tips Menjaga Gangguan Lambung di Tengah Tren Makanan Viral!
Jika penyebabnya adalah fisiologis, berobat ke dokter mungkin akan mmebantu mengurangi gejalanya tetapi tidak menyelesaikan dari akar masalahnya. Begitu juga dengan pendekatan melalui jalur psikologis (pikiran) bisa memakan waktu yang cukup panjang jika tidak disertai pemahaman tentang fenomena fisiologis.
Memahami struktur psikologis, fisiologis, dan biologis dalam diri manusia dapat membantu menentukan treatment yang tepat. Jika berobat ke ranah biologis dan psikologis belum memberikan hasil seperti yang diharapkan, mungkin perlu pendekatan fisiologis untuk menelusuri perasaan dan emosi yang terpendam. Mengeliminasi ketakutan reaktif tubuh ini bisa mengembalikan kondisi tubuh ke titik normal.
Sebetulnya jawaban sederhananya, ketika manusia berserah penuh (complete surrender) dan menghadapi semuanya dengan ketenangan dan kedamaian, tubuh akan memproduksi hormon serotonin, oksitosin, yang positif dan sifatnya basa. Ini dapat menghilangkan asam dalam tubuh dan menyelesaikan fenomena GERD psikosomatik dari akarnya.
Baca juga : Ini Tips Bagi Penderita Asam Lambung untuk Menjaga Kesehatan Selama Berpuasa
“Namun tentunya untuk berserah penuh, bukanlah hal yang mudah, karena ketakutan dan kecemasan akan masa depan adalah pola reaktifitas trauma dalam tubuh,” ujar pria yang akrab disapa Coach Rheo ini.
Pendekatan fisiologis berbeda dari pandangan biologis dan psikologis, hal ini banyak memberikan dampak positif untuk membantu klien dengan masalah GERD psikosomatik melalui jalur alternatif yang selama ini sudah kita coba namun dirasa belum maksimal.
“Dengan melengkapi aspek psikologis, biologis, dan fisiologis, kita dapat menyentuh persoalan GERD Psikosomatik secara lebih menyeluruh, sampai ke akarnya. (H-2)
Pakar ungkap kaitan erat GERD dan serangan panik sebagai lingkaran setan medis. Simak penjelasan mengenai gejala, peran saraf vagus, hingga terapinya.
Fenomena GERD ternyata berkaitan erat dengan gangguan kecemasan. Simak fakta medis terbaru, penyebab sebenarnya, dan cara memutus siklusnya.
Meski bukan penyebab utama, berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres dapat memperburuk gejala GERD dan membuatnya lebih sering kambuh.
Obat ini telah resmi memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) untuk indikasi pengobatan esofagitis erosif (erosive esophagitis/EE).
Masyarakat diingatkan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi kue-kue lebaran karena bisa berdampak pada kesehatan.
Konsumsi daging merah yang berlebihan dalam sesi AYCE dapat memicu masalah pencernaan serius, terutama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved