GERD Bisa Dipicu Stres, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Muhammad Ghifari A
19/4/2026 20:22
GERD Bisa Dipicu Stres, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
ilustrasi gerd.(Alodokter)

BANYAK orang menganggap GERD hanya disebabkan oleh pola makan yang buruk atau gaya hidup tidak sehat. Padahal, ada faktor lain yang sering terabaikan, yakni stres.

Meski bukan penyebab utama, berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres dapat memperburuk gejala GERD dan membuatnya lebih sering kambuh. Kondisi ini terjadi karena tekanan pikiran memengaruhi hormon serta sistem saraf, yang pada akhirnya meningkatkan produksi asam lambung.

Akibatnya, keluhan seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam di mulut, hingga nyeri ulu hati menjadi lebih sering muncul. Tidak hanya itu, stres juga kerap memicu perubahan pola hidup seperti makan berlebihan, konsumsi makanan berlemak, hingga kurang tidur—yang semuanya dapat memperparah kondisi GERD.

Gejala GERD yang Dipicu Stres

Stres sering muncul tanpa disadari, baik karena pekerjaan, masalah pribadi, maupun aktivitas harian yang padat. Berikut beberapa gejala GERD yang bisa memburuk akibat stres:

* Heartburn
  Sensasi panas atau terbakar di dada, biasanya muncul setelah makan, terutama makanan berlemak atau pedas.

* Regurgitasi
  Naiknya asam lambung ke kerongkongan hingga mulut, menimbulkan rasa asam atau pahit.

* Nyeri dada
  Kerap disalahartikan sebagai gangguan jantung, namun biasanya terjadi setelah makan atau pada posisi tubuh tertentu.

* Mual dan kembung
  Perut terasa penuh, begah, dan disertai keinginan muntah akibat sistem pencernaan yang terganggu.

* Gangguan menelan
  Sensasi seperti makanan tersangkut di kerongkongan akibat iritasi berulang.

* Batuk kronis
  Asam lambung yang naik dapat mengiritasi saluran napas, menyebabkan batuk berkepanjangan dan suara serak.

Cara Mengelola Stres agar GERD Tidak Kambuh

Mengelola stres menjadi langkah penting untuk mencegah kambuhnya GERD sekaligus menjaga kesehatan secara menyeluruh. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

* Latihan relaksasi
  Seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam untuk meredakan ketegangan mental.

* Rutin berolahraga
  Aktivitas ringan seperti jalan kaki, berenang, atau yoga dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan.

* Tidur yang cukup
  Idealnya 7–8 jam per hari untuk membantu tubuh pulih dari stres.

* Menjaga pola makan
  Hindari makanan pemicu, tidak makan berlebihan, serta tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur.

* Bersosialisasi
  Interaksi sosial dan tertawa dapat meningkatkan hormon endorfin yang membantu tubuh lebih rileks.

*Kapan Harus ke Dokter?*

Jika gejala GERD semakin sering kambuh, terasa lebih berat, atau disertai kesulitan menelan hingga penurunan berat badan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Penanganan yang tepat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Dengan memahami bahwa GERD tidak hanya dipicu oleh makanan, tetapi juga stres, masyarakat diharapkan lebih waspada dan mampu menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.

(RS Rapha Theresia/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya