Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) didesak segera menutup Wensen School Indonesia (WSI) yang beralamat di Jalan Putri Tunggal, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis. Desakan segera ini menyusul kasus penganiayaan terhadap dua balita yakni MK, 2, dan HW, 9 bulan yang terjadi di daycare di bawah naungan WSI.
" Titik tidak ada koma. Pemerintah Kota Depok dituntut harus tegas. Sebab jika tidak sama halnya pemerintah membiarkan kasus serupa berketerusan dikemudian hari, " kata Direktur Nusantara Education Watch Services atau News Bachtiar Simanjuntak, Jumat (2/8).
Baca juga : Tersangka Penganiayaan Balita di Daycare Depok Dikabarkan Sakit dan Hamil
Lembaga Swadaya Masyarakat yang membidangi bidang pendidikan dan hak-hak anak menegaskan sangat prihatin dengan kasus penganiayaan yang dialami anak-anak.
" Kami menyesalkan lemahnya pengawasan di Dinas Pendidikan yang merekomendasikan penerbitan izin WSI. Lebih menyesalkan lagi lembaga pemerintah ini tidak mengawasi kegiatan-kegiatan apa saja di WSI, " katanya.
Selain Dinas Pendidikan, Bachtiar juga menyesalkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok yang mengeluarkan perizinan tanpa mengecek lokasi lapangan.
Baca juga : KemenPPPA Lindungi Anak Korban Kekerasan di Daycare Depok
"Banyak lembaga informal yang masih mengontrak. Tapi dengan mudah mendapatkan izin. Menurut kami jika pemohon tidak memiliki lahan sendiri, izinnya jangan di proses karena berpotensi disalahgunakan, " tegasnya.
Bachtiar mengatakan Komisi D DPRD Kota Depok tidak segera merespons kasus balita yang dianiaya pengelola WSI.
"Komisi D DPRD Kota Depok harus peka-lah atas kejadian ini. Dengan kejadian ini Komisi D DPRD harus punya malu, " tegas caleg gagal Partai Solidaritas Indonesia tersebut.
Baca juga : Izin Wensen School Indonesia Hanya untuk PAUD, Bukan Daycare
Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kota Depok Suhyana mengatakan Pemerintah Kota Depok bakal menutup WSI setelah pengelola WSI, Meita Irianty, menganiaya dua balita. Suhyana sependapat dengan Bachtiar WSI harus dikenakan sanksi penutupan. Namun, kata Suhyana, penutupan WSI yang merangkap tempat penitipan anak itu tetap harus menunggu surat rekomendasi.
"Harus ada rekomendasi dari Dinas Pendidikan,” ucap Suhyana.
Dinas Pendidikan, jelasnya, yang merekomendasikan sanksi tersebut berdasarkan fakta dan bukti-bukti di lapangan. Ia menegaskan apabila WSI terukti menyalahi aturan, akan mendapatkan sanksi penutupan. (KG/H-3)
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah secara komprehensif hingga ke hilir
Sampah dan lumpur yang diangkut dari aliran Kali Baru sekitar 7 ton dan 8 ton dari Kali Laya, dengan diangkut oleh 6 armada truk besar menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Ledakan tabung gas diduga picu kebakaran Kafe di Depok. Sebanyak 35 orang terdampak, 5 karyawan alami luka bakar serius dan dilarikan ke RS.
Masyarakat diharapkan langsung mendatangi kantor kelurahan atau gerai layanan resmi Dukcapil Depok untuk melakukan aktivasi IKD secara aman dan legal.
Laporan dugaan kekerasan seksual itu telah diterima sejak akhir 2025 lalu dari kerabat korban berinisial C ,47, dan langsung ditindaklanjuti dengan pendampingan.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan sejumlah posko layanan keluarga di berbagai titik strategis jalur mudik Lebaran 2026 yang tersebar di 31 provinsi
Banyak orang tua merasa bangga ketika buah hatinya yang masih balita sudah mahir menyebutkan warna dalam bahasa Inggris atau hafal lagu-lagu populer dari video di ponsel.
Kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved