Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT jantung dan pembuluh darah tetap menjadi ancaman kesehatan utama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Pondok Indah - Puri Indah, John Winata, menyoroti pentingnya pencegahan dan deteksi dini untuk mengurangi risiko penyakit jantung.
Menurut John, penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab utama kematian dan beban finansial yang signifikan di banyak negara. Di Indonesia, penyakit ini juga menyedot biaya kesehatan yang sangat tinggi.
"Penyakit jantung sudah mulai berkembang sejak usia 10 tahun, terutama pada anak-anak yang mengalami obesitas. Mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung di masa dewasa," ujar John saat konferensi pers bersama media di Alila SCBD, Senin (27/5).
Baca juga : Rutin Medical Check-Up Bisa Tekan Risiko Penyakit Jantung
Pola hidup dan olahraga sangat berperan dalam mengurangi risiko penyakit jantung.
"Jika dulu risiko penyakit jantung biasanya meningkat setelah usia 40 tahun, sekarang kita melihat banyak orang yang aktif berolahraga sejak dini, sehingga risiko tersebut bisa ditekan," ungkapnya.
Risiko penyakit jantung juga berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Baca juga : Kenali Ciri, Penyebab, dan Bahaya Gagal Jantung
"Pada perempuan, risiko penyakit jantung meningkat setelah mereka memasuki masa menopause. Ini karena adanya penurunan kadar hormon estrogen yang sebelumnya memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung," kata John.
Gejala penyakit jantung, seperti nyeri dada yang disertai sesak napas, sering kali diabaikan oleh banyak orang.
"Nyeri dada yang berlangsung lebih dari 15 menit bisa menjadi tanda serangan jantung. Jika sudah terlambat, pencegahan dan deteksi dini sangatlah penting untuk mencegah kondisi yang lebih parah," tuturnya.
Baca juga : Hasil Studi: Diet Mediterania, Pescatarian dan Vegetarian Paling Sehatkan Jantung
Pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan untuk mendeteksi risiko penyakit jantung. Identifikasi faktor risiko seperti riwayat keluarga, diabetes, merokok, dan hipertensi sangat penting.
Untuk mendeteksi adanya sumbatan pada pembuluh darah, berbagai metode dapat dilakukan, seperti trip jantung, CT scan, dan tes darah.
"Jika ada riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung atau stroke pada usia di bawah 55 tahun, risiko kita untuk mengalami kondisi yang sama juga meningkat," tegas John.
Baca juga : Anak dengan Penyakit Jantung Rematik Diminta Hindari Makanan Tinggi Glukosa
Pola hidup sehat juga berperan penting dalam pencegahan penyakit jantung. Menghindari makanan tinggi kolesterol dan mengontrol tekanan darah dapat membantu mencegah terbentuknya plak pada pembuluh darah.
1. Olahraga teratur
Lakukan aktivitas fisik dengan durasi 150 menit per minggu, atau sekitar 30 menit setiap hari selama lima hari dalam seminggu. Aktivitas bisa berupa berjalan kaki, berlari, atau bersepeda.
2. Pola makan sehat
Konsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Kurangi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol.
Pola makan sehat membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah, serta memberikan nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan jantung.
3. Hindari merokok
Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Nikotin dan bahan kimia berbahaya dalam rokok merusak jantung dan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan mempercepat pembentukan plak di arteri.
Berhenti merokok membawa manfaat kesehatan hampir segera dan secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung.
4. Kontrol berat badan
Jaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada jantung dan pembuluh darah. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Pengelolaan berat badan melalui diet seimbang dan olahraga teratur sangat penting.
5. Kelola stres
Mengelola stres dengan baik dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
Stres yang tidak terkontrol dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah, sehingga berdampak negatif pada kesehatan jantung.
Teknik-teknik seperti meditasi, olahraga, atau hobi yang menyenangkan dapat membantu mengurangi tingkat stres.
6. Pemeriksaan rutin
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah.
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini dan memungkinkan penanganan yang tepat sebelum kondisi memburuk.
Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan jadwal pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Dengan menjalani pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, risiko penyakit jantung dapat dikurangi secara signifikan. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. (Z-1)
Riset terbaru mengungkap kenaikan berat badan di usia muda jauh lebih mematikan. Simak kaitan obesitas dini dengan risiko jantung dan diabetes.
Masalah utama ada pada gejala yang sering terlihat biasa. Pada bayi, tanda awal penyakit jantung bawaan kerap muncul dalam bentuk perubahan fisik yang halus, tetapi signifikan.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Aritmia bisa terjadi pada usia muda tanpa disadari. Kenali gejala ringan, faktor pemicu, dan cara pencegahannya agar terhindar dari gangguan jantung berbahaya.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved