Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan rokok elektronik yang mengandung nikotin jelas amat adiktif dan berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyasar pada anak-anak.
"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa rokok elektronik menyasar pasar anak-anak dengan menggunakan media sosial dan para influencer, juga digunakan karakter kartun yang menarik perhatian anak-anak," kata Prof Tjandra dalam keterangannya, Sabtu (30/1). Paparan dengan konten rokok elektronik di media sosial dapat berhubungan dengan peningkatan keinginan untuk menggunakannya dan membentuk perilaku positif terhadap rokok elektronik, tentu suatu hal yang tidak tepat.
Walaupun memang dampak yang panjangnya belum sepenuhnya diketahui, tetapi WHO menyebutkan bahwa ini akan dapat menghasilkan bahan berbahaya yang sebagian mungkin dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru, mungkin mempengaruhi perkembangan otak serta mungkin akan mempengaruhi janin dalam kandungannya.
Rokok elektronik, yang sering disebut sebagai electronic nicotine delivery systems (ENDS) atau kadang disebut electronic non-nicotine delivery systems (ENNDS) atau di kita dikenal sebagai vape. "Cara kerjanya adalah dengan memanaskan cairan untuk membentuk aerosol cairan elektronik (e-liquids) yang bisa atau tidak mengandung nikotin, dan biasanya juga mengandung bahan tambahan (additives), perasa dan bahan kimia lain yang dapat merugikan kesehatan," ujar dia.
Dalam publikasi WHO 14 Desember 2023 disebutkan bahwa perlu aksi segera untuk mengendalikan rokok elektronik, untuk melindungi anak-anak, melindungi mereka yang tidak merokok serta meminimalisir dampak buruk bari kesehatan masyarakat.
"Bahwa rokok elektronik bukanlah cara efektif untuk berhenti merokok di populasi, bahkan di sisi lain muncul berbagai bukti bahwa akan merugikan kesehatan," ungkapnya.
WHO menyebutkan bahwa di banyak negara rokok elektronik ini secara agresif dipasarkan juga ke kalangan muda. Di dunia ini ada 34 negara yang melarang penjualan rokok elektronik, 88 negara tidak menerapkan batas umur minimum boleh beri rokok elektronik dan 74 negara lain tidak punya aturan apa pun tentang penggunaan rokok elektronik ini.
Sementara itu, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa anak-anak di usia dini diajak dan terperangkap menggunakan rokok elektronik dan mungkin saja bisa jadi ketagihan nikotin nantinya. "Negara-negara di dunia untuk menerapkan aturan yang tegas untuk melindungi warganya, terutama anak-anak dan kalangan muda," kata Tedros.
Oleh karena itu perlu adanya upaya segera untuk mengendalikan penggunaan rokok elektronik sebagai bagian dari pengendalian merokok di masing-masing negara. Pada negara yang memang sudah melarang penggunaan rokok elektronik maka penerapan aturannya perlu diawasi, sejalan dengan kegiatan surveilan untuk mendukung intervensi kesehatan masyarakat.
Sementara pada negara di mana rokok elektronik masih tersedia secara bebas, baik penjualan, importasi, distribusi dan produksinya, maka perlu diperkuat aturan untuk mengurangi dampak buruknya bagi kesehatan, termasuk penggunaan bahan perasa, membatasi konsentrasi dan kualitas kandungan nikotinnya serta menerapkan cukai yang sepadan.
Di Indonesia, hasil survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) pada 2021 menunjukkan prevalensi perokok elektrik naik di negara kita dari 0.3% (2011) menjadi 3% (2021). Angka tersebut setara 6,2 juta orang perokok elektronik, yang terdiri atas 5,8 persen laki-laki dan 0,3 persen perempuan.
"Mengingat dampak rokok elektronik maka tentu perlu ada aturan tegas dan tepat yang perlu diterapkan di negara kita, berdasar bukti ilmiah serta bertujuan demi perlindungan kesehatan masyarakat kita," pungkas Tjandra.(H-1)
Riset terbaru mengungkap kenaikan berat badan di usia muda jauh lebih mematikan. Simak kaitan obesitas dini dengan risiko jantung dan diabetes.
Masalah utama ada pada gejala yang sering terlihat biasa. Pada bayi, tanda awal penyakit jantung bawaan kerap muncul dalam bentuk perubahan fisik yang halus, tetapi signifikan.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Aritmia bisa terjadi pada usia muda tanpa disadari. Kenali gejala ringan, faktor pemicu, dan cara pencegahannya agar terhindar dari gangguan jantung berbahaya.
TIM peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga berhasil mengembangkan terobosan medis melalui sintesis senyawa turunan salisil hidrazida sebagai kandidat obat kanker paru.
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Udara yang kita hirup setiap hari ternyata menyimpan ancaman nyata kanker paru bagi mereka yang bahkan tidak pernah menyentuh rokok seumur hidupnya.
Bagaimana partikel yang 30 kali lebih kecil dari sehelai rambut bisa memicu operasi besar di rumah sakit seperti kanker paru? Inilah perjalanan PM2,5 di dalam tubuh manusia.
Kenali imunoterapi sebagai solusi pengobatan kanker paru bagi usia produktif (30-50 tahun). Tingkatkan harapan hidup tanpa mengganggu aktivitas harian.
Selama dua dekade terakhir, pengobatan kanker paru telah bergeser dari pendekatan yang didominasi oleh kemoterapi menuju perawatan yang sangat terpersonalisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved