Senyawa Salisil Hidrazida jadi Harapan Baru Terapi Kanker Paru

Muhammad Ghifari A
08/4/2026 19:48
Senyawa Salisil Hidrazida jadi Harapan Baru Terapi Kanker Paru
Ilustrasi, hasil pemeriksaan kesehatan paru.(Dok. Freepik)

TIM peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) berhasil mengembangkan terobosan medis melalui sintesis senyawa turunan salisil hidrazida sebagai kandidat obat kanker paru. Penelitian ini menggunakan pendekatan targeted therapy yang secara spesifik menyasar enzim tirosin kinase, sebuah molekul kunci yang mengatur pembelahan sel kanker. 

Dengan target yang presisi, pengobatan ini diharapkan menjadi lebih efektif sekaligus mampu meminimalkan kerusakan pada sel sehat dibandingkan terapi konvensional.

Dalam proses pengembangannya, peneliti memodifikasi senyawa 2-hydroxybenzohydrazide menjadi beberapa turunan baru. Salah satu keunggulan riset ini adalah penggunaan metode gelombang mikro dalam proses sintesisnya yang terbukti jauh lebih cepat dan efisien. 

Efektivitas teknik tersebut terlihat dari hasil rendemen yang sangat tinggi, yakni mencapai 79 hingga 98 persen, sehingga sangat potensial untuk produksi kandidat obat dalam jumlah optimal.

Potensi antikanker senyawa ini telah diuji secara in vitro terhadap sel kanker paru manusia (A549). Hasil laboratorium menunjukkan performa yang menjanjikan, terutama pada senyawa S5 (3,4-dikloro-N’-(2-hidroksibenzoil)benzohidrazida) yang memiliki nilai IC_{50} sebesar 68,75 µM. Angka ini menandakan kemampuan kuat senyawa tersebut dalam menghambat pertumbuhan sel kanker meski dalam konsentrasi yang relatif rendah.

Validitas temuan ini semakin diperkuat melalui analisis komputasi berupa molecular docking yang menunjukkan ikatan stabil antara senyawa S5 dengan target biologisnya. 

Konsistensi antara simulasi digital dan uji laboratorium ini mempertegas mekanisme kerja senyawa sebagai agen penghambat kanker yang akurat. 

Meski masih memerlukan tahapan uji toksisitas dan klinis lanjutan, riset yang dipublikasikan dalam jurnal Science and Technology Indonesia ini menjadi langkah awal yang krusial bagi terciptanya pengobatan kanker yang lebih tepat sasaran di masa depan.


(Unair/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya