Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ASTEROID, benda langit yang menarik perhatian para ilmuwan dan peneliti ruang angkasa, menjadi fokus utama dalam pemahaman tentang alam semesta yang luas.
Asteroid merupakan objek langit yang lebih kecil daripada planet namun lebih besar daripada meteoroid, umumnya hadir dalam berbagai lokasi dalam tata surya.
Tidak seperti komet, asteroid tidak memiliki ekor dan terdiri dari unsur-unsur berbatu dan logam. Ada jutaan asteroid yang tersebar dalam sistem tata surya, diduga merupakan sisa-sisa planet yang hancur. Sebagian besar asteroid yang telah diidentifikasi mengorbit di sabuk asteroid yang terletak di antara Planet Mars dan Jupiter.
Baca juga: Lab NASA Berharap Temukan Blok Pembangun Kehidupan dalam Sampel Asteroid
Fungsi pokok yang dimainkan sabuk asteroid adalah sebagai batas pemisah antara kelompok planet kecil atau yang dikenal sebagai planet dalam dengan kelompok planet berukuran besar.
Salah satu perbedaan mencolok dari asteroid dibandingkan dengan objek langit lainnya adalah struktur tidak teratur yang dimilikinya. Selain itu, terdapat beberapa perbedaan lain yang memisahkan asteroid dari objek-objek langit lainnya.
Baca juga: Ilmuwan Ungkap Air di Bumi Berasal dari Proses Hantaman Asteroid
Berikut ini adalah karakteristik-karakteristik asteroid:
1. Bentuk tidak beraturan
Tidak seperti planet yang memiliki bentuk bulat mirip bola, asteroid memiliki bentuk lebih mirip dengan batuan-batuan kecil berwarna yang sering ditemukan di akuarium, dengan bentuk kadang lonjong dan kadang bulat namun memiliki tepian tajam, karena memang merupakan batuan-batuan yang ada di luar angkasa.
Permukaan asteroid juga ditandai dengan tidak rata dan sering kali terdapat cekungan maupun kawah.
2. Mengorbit di sekitar Matahari
Asteroid-asteroid juga mengorbit mengelilingi Matahari dalam jalur berbentuk elips. Berbeda dengan planet yang memiliki gerakan yang konsisten dan beraturan, gerakan asteroid pada jalurnya cenderung tidak beraturan.
Karenanya, tidaklah mengherankan jika ada kemungkinan asteroid jatuh ke Bumi. Jika suatu asteroid keluar dari jalur orbitnya dan terjatuh, terdapat potensi asteroid menabrak planet, termasuk Bumi.
Jika ini terjadi, diperkirakan akan mengakibatkan kerusakan besar dan berpotensi menghilangkan kehidupan di planet ini.
3. Terdiri dari debu dan es
Asteroid merupakan benda langit yang tersusun dari campuran debu dan es.
Partikel-partikel debu ini membeku karena adanya kandungan es dan jarak asteroid yang jauh dari Matahari. Hal ini menyebabkan asteroid menjadi benda langit yang keras dan padat.
4. Ukurannya lebih kecil dibanding planet kerdil
Ukuran asteroid relatif lebih kecil daripada planet kerdil yang sebelumnya dikenal sebagai Pluto. Diameter asteroid bervariasi mulai dari 1 hingga 60 mil.
5. Sebagian besar berada di Sabuk Asteroid
Asteroid tersebar di berbagai wilayah langit, tetapi sebagian besar dari mereka terdapat di sabuk asteroid, yakni kawasan di antara orbit Mars dan Jupiter.
Diperkirakan bahwa sekitar 750.000 asteroid terdapat di dalam sabuk asteroid ini.
6. Tidak aktif seperti benda langit lainnya
Walaupun asteroid merupakan objek langit yang bergerak bebas di angkasa, mereka cenderung tidak aktif seperti meteor.
7. Suhunya sangat dingin
Karena jaraknya yang jauh dari Matahari, asteroid memiliki suhu yang amat rendah, bahkan bisa mencapai -73 derajat Celsius.
8. Permukaan tidak rata dan berbatu
Tidak hanya bentuknya saja yang tak beraturan, permukaannya juga tidak rata dan penuh dengan batu-batu. Asteroid juga dikenal memiliki permukaan yang berliku dan berbatu, serta banyak kawah yang terdapat di sana.
NASA berdasarkan komposisi material yang membentuknya, asteroid dapat diidentifikasi dalam empat varian berikut:
1. Tipe C (karbon yang berbutir).
Tipe C mencakup asteroid yang terdiri dari campuran tanah liat dan batuan silikat, sebagian besar ditemukan di luar sabuk utama.
2.Tipe S (silika asteroid).
Asteroid Tipe S terdiri dari unsur besi dan nikel. Dominan di dalam sabuk dalam, asteroid ini menonjol sebagai jenis yang paling banyak.
3. Tipe M (logam asteroid).
Asteroid Tipe M terdiri dari besi dan nikel yang memberikan warna kemerahan. Mayoritas asteroid ini terletak di bagian tengah sabuk utama.
4.Tipe V Asteroid
Tipe V terdiri dari material batuan basaltik dan kerak vulkanik. (Z-1)
Keempat astronot yang terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen.
NASA resmi menonaktifkan instrumen LECP pada Voyager 1. Langkah ini diambil untuk memperpanjang usia operasional wahana antariksa terjauh manusia tersebut.
Kenapa bulan bisa terlihat berbeda di tiap negara? Ternyata bukan berubah bentuk. Ini penjelasan ilmiah soal orientasi bulan yang sering bikin bingung.
Benarkah Tembok Besar Tiongkok terlihat dari luar angkasa? Simak fakta ilmiah dari astronot NASA dan sejarah asal-usul mitos populer ini.
Misi Artemis 2 NASA kirim 4 astronaut ke bulan dengan risiko tinggi, radiasi, kehilangan komunikasi, hingga ancaman kematian di luar angkasa.
Kebakaran tragis dalam kapsul Apollo 1 menewaskan tiga astronaut NASA dalam hitungan detik. Simak kronologi lengkap dan penyebab di balik insiden ini.
Ilmuwan Tiongkok identifikasi dua mineral langka, magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce), dari sampel Bulan misi Chang’e-5. Simak dampaknya bagi sains.
Astronom temukan bukti adanya bulan baru di Uranus melalui pengamatan cincin biru dan merah yang misterius.
Penemuan langka misi JUICE ungkap aktivitas luar biasa komet antarbintang 3I/ATLAS. Komet ini menyemburkan air dan gas purba dari sistem bintang lain.
NASA resmi mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan setidaknya satu kali pendaratan di Bulan setiap tahun, yang akan dimulai pada 2027.
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Astronom berhasil mengungkap pemicu ledakan dahsyat di Matahari melalui misi Solar Orbiter. Ternyata, solar flare dipicu oleh rangkaian gangguan magnetik kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved