Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP orang punya masalah hidup yang kadang membuatnya stres. Sayangnya, lingkungan banyak yang menganggap hal itu sepele hingga diabaikan. Padahal, saat seseorang mengeluh tentang masalahnya, itu pertanda ia punya beban emosional yang harus segera diatasi.
Sebab, bila tidak diatasi, beban mental itu bukan tidak mungkin akan terus membesar dan meledak sewaktu-waktu, hingga mengganggu kehidupan dan hubungan sosial.
Menurut Pakar Kenetralan Mental Caezarro Rey Abishur atau yang dikenal dengan Coach Rheo, masalah atau stres tidak bisa disamaratakan pada semua orang. Meski sama-sama masalahnya seperti putus cinta, tapi dampak emosinya itu berbeda pada setiap orang.
Baca juga : Benarkah Hadis Doa Berbuka Puasa Dzahabazh Zhamau Tergolong Sahih?
“Kalau berbicara tentang masalah, saya selalu mengibaratkan dengan orang yang terjatuh dari motor. Meski sama-sama jatuh dari motor, tapi dampaknya berbeda tergantung dari banyak faktor. Apakah dia pakai helm atau jaket tebal? Berapa kecepatan yang dipacu saat terjatuh dari motor, yang kecepatannya 100 km/jam tentu dampaknya berbeda dengan kecepatannya 30 km/jam. Juga bagaimana dia terjatuh, apakah di jalan raya, tempat parkir, dan lainnya,” ujarnya dalam sebuah lokakarya.
Untuk itu, ia mengungkapkan jangan remehkan masalah seseorang. Segera atasi dan dengarkan apa keluhannya. Lebih lanjut datangi ahli agar masalahnya dapat teratasi.
Baca juga : Fixaherba Dorong Penggunaan Sumber Daya Alam Hayati untuk Pengobatan
Coach Rheo mengenalkan metode pengobatan kesehatan mental baru bernama DOA-TRTO (Divine Oracural Assistance-Tension Releasing Therapy Online). Berbeda dengan terapi dan pengobatan kesehatan mental lainnya, metode ini menekankan pada kenetralan mental.
Artinya, beban mental atau beban emosi harus dihilangkan dari seseorang bila ia ingin terbebas dari gangguan mental. Terapi ini berbeda dengan terapi kesehatan mental saat ini yang cenderung berkompromi dengan beban mental.
“Emosinya tidak disingkirkan, melainkan tetap dicoba dikendalikan. Karena, selama ini bertahun-tahun penderita tidak sembuh dari gangguan mental karena beban emosinya masih menempel di tubuhnya," ujarnya.
Kekeliruan lainnya, kadang ada ahli yang memberikan label positif pada beban mental.
“Karena itu, kita sering mendengar istilah berdamai dengan emosi, mengendalikan emosi, merasakan dan membiarkan emosi, dan seterusnya. Jadi, seorang penderita lebih diarahkan agar hidup bersama beban emosi negatif,” ungkapnya.
Cara ini jelas tidak menghilangkan beban mental, melainkan menjadikan penderita tetap stres. Ia masih merasakan stres karena beban mental itu masih ada.
“Meskipun diberi nasehat, sugesti positif, dan lainnya, apakah bisa sembuh bila beban mentalnya masih menempel?” tanyanya.
Dengan metode DOA-TRTO, beban mental itu akan hilang dan netral hingga tubuh kembali ke awal yang tanpa beban emosi.
“Dengan begitu, kita bisa kembali menjalani kehidupan seutuhnya tanpa emosi negatif itu. Inilah yang dinamakan moment of liberation atau masa kebebasan sempurna dari beban mental,” tandasnya.
Coach Reo menegaskan, sampai sekarang dalam dunia psikologis atau kesehatan mental, belum ada struktur yang tepat untuk menemukan bagaimana seseorang mencapai liberation state (kebebasan diri). Biasanya mereka akan berhenti pada state of acceptance (penerimaan diri).
"Jadi beban itu dianggap tidak akan hilang dan akan terus ada dan kita harus menerima secara total. Padahal, alangkah lebih baik bila beban itu dihilangkan atau dikeluarkan dari hidup kita,” terangnya.
Karena itu, DOA-TRTO dapat menyembuhkan stres, trauma, phobia, dan gangguan mental lainnya dengan cepat tanpa obat.
“Tugas saya adalah menetralkan beban emosi yang dirasakan seseorang. Setelah lepas, ia pun bisa sembuh dan tenang meski dengan satu kali sesi terapi,” ungkapnya.
Metode DOA-TRTO sudah dirasakan positif oleh banyak artis dan selebriti. Sebut saja Aliando Syarief, Nobu, Roy Kiyoshi, Jennifer Jill, dan masih banyak influencer lainnya. Mereka kini mendapatkan ketenangan usai mendapatkan terapi dan dapat menjalani kehidupannya dengan normal. (RO/Z-5)
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Secara ilmiah, stres berkaitan dengan respons tubuh terhadap tekanan yang dikenal sebagai fight or flight response, yaitu reaksi alami tubuh saat menghadapi ancaman
Psikolog klinis Teresa Indira Andani menjelaskan perbedaan mendasar antara emosi dan stres serta cara tepat mendampingi orang yang sedang tertekan.
STRES tidak selalu muncul dalam bentuk rasa tertekan atau sedih yang jelas.
Perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan sering kali menjadi pemicu kekambuhan bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Stres tidak hanya memengaruhi mental tetapi juga penampilan. Dari jerawat hingga rambut rontok, berikut 10 perubahan pada wajah dan tubuh akibat stres.
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved