Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN yang satu ini sering dihindari karena membuat bau mulut dan air seni. Walaupun begitu, petai masih jadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia.
Petai bisa dijumpai dalam beragam olahan yang menggugah selera. Dari sambal petai, lodeh, sampai nasi goreng.
Pernah penasaran kenapa petai menimbulkan bau tak sedap?
Baca juga: Mudik Aman dan Nyaman, Ini Kiatnya.
Petai mengandung asam amino dengan unsur belerang yang cukup tinggi. Unsur belerang inilah yang kemudian membuat petai bau.
Terlepas dari aromanya yang begitu kuat, petai merupakan salah satu sayuran yang menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan.
Baca juga: Sate Madura Jadi Kegemaran di Semenanjung Malaysia
Dengan begitu banyaknya manfaat petai, tak heran jika sayuran dengan nama latin Parkia speciosa ini banyak digunakan sebagai obat herbal. Mulai dari membantu menjaga kesehatan tubuh hingga kesehatan mental. Selain dari manfaatnya perlu juga dipahami efek samping dari petai tersebut, penasaran? yuk disimak penjelasan berikut ini.
Dengan beragam kandungan yang terbukti banyak berdampak baik untuk kesehatan, terangkumlah berbagai manfaat petai untuk kesehatan fisik dan psikis pada manusia, seperti berikut ini:
petai merupakan salah satu sayuran yang memiliki kandungan zat antioksidan yang tinggi. Sebuah penelitian menunjukkan kandungan antioksidan di dalam petai dapat menghancurkan radikal bebas lebih dari 70% dalam tubuh.
Antioksidan berfungsi membantu tubuh menangkal radikal bebas dan mengembangkan resistensi terhadap agen infeksi, sehingga mencegah risiko kanker. Senyawa aktif ini dapat menghilangkan racun dan sel kanker dalam tubuh yang dibawa radikal bebas.
Di dalam petai terkandung senyawa asam amino triptofan, yakni senyawa yang di dalam tubuh akan diubah menjadi hormon serotonin. Salah satu fungsi dari hormon serotonin ini adalah membantu tubuh menjadi rileks, nyaman, serta membuat suasana hati menjadi lebih baik.
Petai kaya akan kandungan zat besi, salah satu nutrisi penting dalam tubuh untuk mencegah anemia. Penting diketahui, anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat. Zat besi berfungsi untuk mendorong pembentukan hemoglobin dalam darah, sehingga dapat mencegah maupun menangani masalah anemia.
Petai merupakan sayuran yang sangat kaya akan kalium tetapi rendah garam. Sayuran yang ideal untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Kalium bermanfaat menstabilkan detak jantung, mengatur keseimbangan cairan tubuh, dan melancarkan aliran darah. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) melaporkan petai dalam menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko terkena stroke, dan penyakit jantung.
Petai termasuk sayuran yang mengandung banyak serat, sehingga baik untuk melancarkan sistem pencernaan. Serat yang ada dalam makanan dapat membantu menjaga kesehatan usus, mencegah sembelit, dan mengurangi iritasi pada lapisan lambung.
Selain melancarkan sistem pencernaan, serat yang terkandung dalam petai juga bermanfaat bagi penderita diabetes. Kandungan serat dalam petai mampu membantu menurunkan kadar gula darah dengan cara memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.
Petai mengandung sejumlah senyawa yang penting untuk menjaga kesehatan ginjal. Kandungan antioksidan, beta-sitosterol, stigmasterol, siklik polisufida, dan triathiolane dalam petai diyakini memiliki sifat antihipertensi, analgesik, antimikroba, dan antiinflamasi sehingga mampu mengatasi gangguan ginjal akibat infeksi.
Sebuah penelitian mengungkapkan petai yang mengandung kalium dapat membantu meningkatkan daya ingat dan kemampuan otak secara keseluruhan. Pasalnya kalium merupakan sumber mineral penting untuk mengatur keseimbangan cairan, otot, dan sinyal saraf di otak.
Sebuah penelitian yang dilakukan Institute Psychology Austria mengungkapkan petai dapat mengatasi masalah kegemukan. Pasalnya petai dikatakan mampu mengurangi nafsu makan berlebihan ketika beban kerja semakin tinggi.
Mengonsumsi petai dilaporkan dapat memberikan tenaga atau stamina yang cukup selama melakukan aktivitas berat. Ini karena kandungan sukrosa, fruktosa, dan glukosa serta serat di dalam petai sangat bermanfaat bagi kebugaran dan vitalitas tubuh.
Bagi perempuan yang akan memasuki periode haid, ternyata petai juga bermanfaat dalam mengurangi resiko terkena premenstrual syndrome (PMS). Kandungan B6 dalam petai mampu mengatur kadar gula darah yang memengaruhi suasana hari seseorang. Kandungan vitamin B6 inilah yang dapat membantu perempuan mengurangi nyeri akibat PMS.
Manfaat petai selanjutnya yang tidak kalah penting adalah mampu menjaga kesehatan jantung. Hal ini dikarenakan kandungan kalium di dalam petai yang mampu menjaga denyut jantung dan tekanan darah tetap stabil.
Selain beragam manfaat di atas, petai juga dapat dijadikan sebagai obat radang ginjal dan peluruh cacing perut. Selain itu, penderita penyakit kardiovaskular juga bisa menjadikan petai sebagai bahan pangan alternatif yang aman dikonsumsi harian. Di samping mengatasi efek samping dari kekenyangan berupa timbulnya panas di dada, mengatasi mual di pagi hari, dan dapat menghindari gigitan nyamuk.
Bila dikonsumsi berlebihan, akan menimbulkan efeksamping yang berbeda-beda. Di antaranya sakit kepala, mual, dan muntah. Selain itu, petai berpotensi menyebabkan risiko terkena batu ginjal dan radang sendi karena kandungan purin yang tinggi.
Dalam beberapa kasus, mengonsumsi petai juga dapat menimbulkan efek samping berupa alergi, seperti ruam kulit, sesak napas, dan gatal-gatal. Apabila mengalami efek samping yang lebih serius, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memberikan penanganan yang tepat. (Z-3)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Riset terbaru mengungkap kenaikan berat badan di usia muda jauh lebih mematikan. Simak kaitan obesitas dini dengan risiko jantung dan diabetes.
Masalah utama ada pada gejala yang sering terlihat biasa. Pada bayi, tanda awal penyakit jantung bawaan kerap muncul dalam bentuk perubahan fisik yang halus, tetapi signifikan.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Aritmia bisa terjadi pada usia muda tanpa disadari. Kenali gejala ringan, faktor pemicu, dan cara pencegahannya agar terhindar dari gangguan jantung berbahaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved