Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak lulusan Universitas Indonesia sekaligus anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Ignatia Karina Hartanto menyampaikan pemilihan popok (diapers) yang tepat dan cara membersihkan yang benar bisa menghindari risiko timbulnya ruam pada kulit bayi.
"Pemilihan diapers itu sebenarnya mempengaruhi (risiko munculnya ruam). Kadang ada yang milih sekali pakai dan ada yang kain. Mana yang paling bagus sebenarnya? Nah, penelitian membuktikan keduanya nggak masalah, asal rutin diganti," kata Ignatia, Selasa (28/2) malam.
"Jadi mau jenisnya apapun, itu harus rutin diganti. Tapi memang, diapers yang memiliki daya serap lebih tinggi, itu menurunkan risiko ruam. Jadi pemilihan diapers tergantung dari daya serapnya. Daya serap yang lebih tinggi biasanya dimiliki oleh diapers sekali pakai," imbuhnya.
Baca juga: Ruam Akibat Popok Kerap Dialami Bayi 9-12 Bulan
Lebih lanjut, Ignatia menyampaikan mengganti diapers secara rutin tidaklah cukup untuk melindungi kulit bayi dari ruam. Para orangtua juga perlu memperhatikan kebersihan saat hendak membersihkan area genital bayi.
Saat membersihkan area genital bayi, Ignatia menyarankan agar tidak hanya menggunakan air dan kapas saja. Orangtua juga perlu membersihkan dengan tisu pembersih. Sebab, tisu pembersih biasanya memiliki kandungan sunfaktan atau senyawa yang digunakan dalam produk pembersih misalnya seperti yang terkandung pada sabun.
"Kalau saat dibersihkan, mau dengan air hangat atau air dingin maupun cleansing wipes yang penting dibersihkan. Mana yang bayinya nyaman. Jadi nggak ada lagi sisa-sisa pup dan pipisnya. Karena itu yang bisa mengiritasi si kulit bayinya," jelasnya.
"Tapi, beberapa faktor membuktikan bahwa yang penting adalah ada sunfaktan itu tadi. Karena bekas-bekas poop bayi juga bisa nempel di kulit. Dan itu baru bisa hilang kalau ada paparan sabun yang biasanya di dapat dari cleansing wipes. Kalau hanya dengan air dan kapas, itu juga bisa berisiko munculnya ruam," tutup Ignatia. (Ant/OL-1)
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Studi dari lembaga riset National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa struktur otak perempuan mengalami perubahan signifikan selama kehamilan.
Tindakan sederhana seperti mencuci tangan adalah prosedur wajib sebelum menyentuh atau menggendong si kecil.
Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan sejumlah posko layanan keluarga di berbagai titik strategis jalur mudik Lebaran 2026 yang tersebar di 31 provinsi
Penasaran kenapa bayi manusia lahir tidak berdaya sementara anak hewan langsung bisa jalan? Simak alasan evolusi, anatomi panggul, dan batas metabolisme ibu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved