Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADISI silaturahmi dan kumpul keluarga saat Idul Fitri sering kali menjadi momen yang dinantikan untuk saling berbagi kebahagiaan. Namun, di balik hangatnya interaksi sosial tersebut, terdapat risiko kesehatan yang mengintai anggota keluarga yang paling rentan: bayi dan balita.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan peringatan khusus kepada masyarakat agar lebih disiplin menjaga kebersihan saat berinteraksi dengan anak-anak selama momentum Lebaran.
Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menekankan bahwa tindakan sederhana seperti mencuci tangan adalah prosedur wajib sebelum menyentuh atau menggendong si kecil.
Agus menjelaskan bahwa bayi dan balita memiliki karakteristik biologis yang berbeda dengan orang dewasa. Sistem pertahanan tubuh mereka yang masih dalam tahap perkembangan membuat paparan kuman sekecil apa pun bisa berdampak serius.
“Anak-anak bukanlah miniatur orang dewasa. Mereka masih dalam tahap tumbuh kembang dan sangat rentan terhadap berbagai agen penyakit,” tegas Agus sebagaimana dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Rabu (18/3).
Menurutnya, tangan orang dewasa yang tampak bersih belum tentu bebas dari mikroorganisme berbahaya. Kontak langsung dengan tangan yang terkontaminasi kuman dapat menjadi jalur cepat penularan infeksi.
“Sebaiknya kalau kita menyentuh balita kita harus dalam keadaan yang bersih. Maka penting untuk menjaga kebersihan, khususnya tangan, sebelum menyentuh bayi,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Jika tangan mengandung kuman, dikhawatirkan bayi akan terpapar sehingga berpotensi menimbulkan penyakit dan infeksi.”
Selain ancaman infeksi bakteri atau virus, faktor higienitas juga berkaitan erat dengan sensitivitas kulit anak.
Agus mengingatkan bahwa residu zat tertentu, seperti sisa makanan, debu, atau bahan kimia, yang menempel pada tangan orang dewasa dapat memicu reaksi alergi pada kulit bayi yang tipis.
“Jangan sampai tangan mengandung zat yang tidak cocok bagi kulit sensitif anak sehingga menimbulkan reaksi alergi,” katanya memperingatkan.
Lebih lanjut, di tengah keramaian silaturahmi, orang tua diharapkan memberikan perlindungan ekstra.
Selain memastikan tamu yang hadir dalam kondisi bersih, orang tua diminta memperhatikan pakaian yang dikenakan anak agar sesuai dengan kondisi lingkungan guna meminimalisir paparan polutan atau cuaca ekstrem.
Sebagai penutup, Muhammadiyah mengimbau para tamu dan keluarga besar untuk memiliki kesadaran diri (self-awareness). Orang dewasa perlu menahan diri untuk tidak menyentuh atau menggendong anak apabila merasa kondisi tubuhnya kurang fit atau belum membersihkan diri setelah perjalanan.
Kesadaran kolektif ini penting agar kegembiraan Idulfitri tidak berakhir dengan jatuh sakitnya anak-anak akibat kelalaian dalam menjaga standar kebersihan dasar di tengah interaksi sosial yang intens. (Z-1)
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Studi dari lembaga riset National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa struktur otak perempuan mengalami perubahan signifikan selama kehamilan.
Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan sejumlah posko layanan keluarga di berbagai titik strategis jalur mudik Lebaran 2026 yang tersebar di 31 provinsi
Penasaran kenapa bayi manusia lahir tidak berdaya sementara anak hewan langsung bisa jalan? Simak alasan evolusi, anatomi panggul, dan batas metabolisme ibu.
Haedar Nashir berpesan agar UMSU di bawah kepemimpinan yang baru dapat menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi dengan sebaik mungkin.
Semenjak gencatan senjata, tidak perubahan yang terjadi di Gaza, bahkan pembunuhan oleh tentara Israel masih berlanjut
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy menyatakan belum mendalami skema soal wacana pemerintah mengenai war tiket haji.
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), H. Budi Setiawan, S.T., menegaskan bantuan bagi korban bencana harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang tepat.
KETUA Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa gelar akademik tidak secara otomatis menjadikan seseorang sebagai intelektual sejati.
Tantangan masa depan, baik di level lokal, nasional, maupun global, membutuhkan pemikiran yang tajam serta relevan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved