Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Eka Harmeiwaty mengatakan bahwa pasien hipertensi berisiko mengalami gangguan kognitif atau demensia.
Eka menjelaskan tekanan darah tinggi dapat menimbulkan kerusakan di dinding pembuluh darah sehingga lambat laun akan terjadi kerusakan di saraf darah otak serta penyempitan pembuluh darah berukuran kecil-kecil di otak.
"Sumbatan-sumbatan kecil-kecil ini biasanya lebih dominan di daerah memori itu, yang menyebabkan dia mengalami gangguan kognitif yang berlanjut sebagai demensia," ujar Eka dalam diskusi daring, dikutip Minggu (4/9).
Baca juga: Benarkah Daging Kambing, Durian, dan Kopi Sebabkan Hipertensi?
Namun, Eka mengatakan tidak dapat memastikan kapan demensia datang kepada penderita hipertensi. Pasalnya, demensia juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain termasuk genetik.
"Kapan akan terjadinya demensia? Tidak ada yang tahu, enggak semua yang hipertensi akan demensia tapi berisiko demensia. Jadi belum bisa dibilang hipertensi menimbulkan demensia setelah sekian tahun," katanya.
Lebih lanjut, Eka mengatakan sumbatan-sumbatan kecil yang muncul di otak juga dapat terjadi pada pasien hipertensi yang telah terkontrol selama bertahun-tahun dan tidak jarang yang mengalami gangguan kognitif.
Hipertensi sendiri merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Untuk mengatasinya, pasien harus minum obat secara teratur, mengatur pola hidup sehat, serta menghindari faktor risiko. (Ant/OL-1)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Studi Johns Hopkins mengungkap posisi lengan yang tidak ditopang meja saat cek tekanan darah bisa menaikkan angka tensi hingga 7 mmHg.
Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua kondisi jantung berdebar itu berbahaya.
Meskipun gangguan metabolisme kerap terjadi pada usia lanjut, tetapi masalah metabolisme juga dapat terjadi di usia muda.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved