Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER umum sekaligus pembuat konten Kesehatan, Kevin Mak, mengatakan penggunaan MSG dalam kadar yang wajar relatif aman bahkan efektif dalam menurunkan konsumsi garam harian secara signifikan dan membuat rasa makanan tetap enak.
Hal itu ia sampaikan dalam seminar virtual mengenai Mitos dan Fakta seputar MSG di Jakarta, dikutip Kamis (7/7).
"Garam itu tetap kita perlukan untuk kegiatan sehari-hari dan agar fungsi organ kita tetap optimal, tetapi dengan penambahan alternatif seperti MSG kita tetap bisa menjaga kadar sodium atau natrium kita lebih rendah," ucap Kevin.
Baca juga: Kenali Kebaikan dan Keburukan Garam bagi Tubuh
Batas maksimal konsumsi MSG yang direkomendasikan WHO adalah 6 gram per hari. Sementara, Kemenkes RI merekomendasikan batas aman konsumsi MSG sebanyak 5 gram per hari.
Ia juga menepis anggapan mengonsumsi MSG dapat berpengaruh terhadap kecerdasan. Menurutnya, sampai 2022 ini, belum ada penelitian yang menyatakan MSG dapat menyebabkan dampak negatif pada otak.
Glutamat dalam MSG justru berperan aktif untuk pembentukan memori, karena glutamat merupakan asam amino yang berperan sebagai neuro transmitter atau senyawa yang membantu proses otak kita berjalan efektif dan optimal.
"Jadi tidak ada hubungannya terhadap otak, sistem saraf pusat, maupun sistem saraf tepi kita," ucapnya.
Mitos lainnya yang konon keliru terkait MSG, menurut Kevin, yaitu menyebabkan darah tinggi dan kanker.
Dokter yang aktif di berbagai platform sosial media itu menegaskan faktor tertinggi penyebab terjadinya darah tinggi adalah dari keturunan, gaya hidup yang tidak aktif, radikal bebas, serta pola makan yang tidak sehat.
Justru Ia menambahkan penggunaan MSG terbukti memiliki banyak manfaat, salah satunya menurunkan kadar natrium, merangsang nafsu makan, membantu kerja enzim pencernaan, dan kerja sel usus.
"Ini juga membantu pencernaan kita agar menyerap nutrisi lebih efektif lagi, mulai dari rongga mulut, usus halus juga usus besar. Sehingga secara kumulatif bekerja sinergis dan baik untuk tubuh kita," tambahnya.
Dalam sejumlah penelitian dari 1997-2020 mengatakan bahwa dengan menggunakan MSG, dapat menurunkan konsumsi garam harian kurang lebih sebesar 30%.
MSG yang beredar di pasaran sudah mengantongi sertifikasi Halal MUI dan izin BPOM sehingga membuat bumbu masak ini aman dikonsumsi. Namun, meskipun demikian, MSG tetaplah harus dikonsumsi secara bijak sesuai anjuran penggunaannya. (Ant/OL-1)
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Garam ini memainkan peran penting dalam proses regenerasi resin penukar ion pada sistem pelunakan air, yang secara efektif menghilangkan kalsium dan magnesium dari air.
Harga garam di tingkat petani melonjak dari sebelumnya Rp1.200 per kilogram meningkat menjadi Rp2.600 per kilogram.
Kontribusi Jatim belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petambak dan pembudidaya. Ketiadaan HPP untuk garam dan ikan membuat harga sangat fluktuatif.
Garam memiliki potensi nilai tambah yang jauh lebih besar dari sekadar bahan konsumsi rumah tangga. Garam dapat dikembangkan jadi bahan baku kosmetika, farmasi, industri, dan baterai.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membuka keran impor untuk sejumlah komoditas strategis, beras, jagung, gula konsumsi, dan garam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved