Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGINYA animo masyarakat terhadap Family Sunday Movie (FSM) selama 2 periode lalu membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno optimistis ajang itu menjadi lokomotif kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Terpilihnya Maramba, karya Sutradara Riandhani Yudha Pamungkas dari Komunitas Etanan Films pada periode Februari dan Bagurau, karya Sutradara Yuditia Leo Andhika, periode Maret dinilai jadi langkah awal bagi para sineas muda untuk meningkatkan performa.
Secara tidak langsung kedua film tersebut turut mempromosikan Sumba dan Sumatra Barat sebagai destinasi wisata yang menarik dan patut dikunjungi. Penonton bisa menyaksikan ragam budaya yang tertuang dalam karya audio visual. “Begitulah keistimewaan dari sebuah karya perfilman, yang memberikan dampak positif bagi kebangkitan sektor parekfraf”, ujar Sandiaga dalam keterangan resminya, Sabtu (2/4).
Semakin banyak sineas memproduksi film yang mengangkat keunikan daerah, akan semakin cepat pula proses pemulihan ekonomi nasional dan terbukanya lapangan kerja. Seperti diketahui bahwa film adalah subsektor yang paling cepat menyerap tenaga kerja, setidaknya dalam 1 judul film melibatkan sekitar 30 orang.
Karena itu, Sandiaga kembali mengajak para sineas muda untuk berkompetisi dalam FSM periode April. “Selamat datang para agen perubahan. Saya tunggu mahakarya kalian mulai 2 hingga 12 April,” ujar Sandiaga.
Baca juga: Jika Ditampar, Jim Carrey akan Tuntut Will Smith US$200 Juta
Kepada para sineas muda yang akan berkompetisi di FSM periode April ini, Sandiaga juga berpesan, “Melalui sinema yang berkualitas dan memenuhi kaidah film pendek, ayo, perlihatkan kearifan lokal dan gali akar nusantara dengan berkarya #DiIndonesiaAja.”
Sejatinya FSM adalah wadah bagi para sineas muda untuk berproses, mengukir sejarah, dan mewujudkan mimpi. Kemenparekraf sudah menyiapkan berbagai apresiasi bagi film-film yang terpilih, seperti sertifikat, hadiah uang tunai, kit FSM, dan penayangan poster film di sejumlah area Gedung Kemenparekraf.
Film terpilih juga akan ditayangkan secara premier di kanal YouTube Kemenparekraf selama satu bulan. Film dengan jumlah viewers terbanyak, disebutkan Sandiaga, akan mendapat hadiah tambahan berupa uang tunai.
Manfaat lain ketika para sineas muda ikut serta di FSM adalah terbukanya kesempatan untuk mengikuti film market, di mana para pembuat film akan bertemu dengan para investor dari dalam dan luar negeri, seperti Akatara, sebuah forum bisnis dan pasar film terbesar di Indonesia yang diselenggarakan pada 29-30 Maret lalu.
Dengan banyaknya manfaat mengikuti FSM ini, Sandiaga berharap bagi para sineas yang belum sempat berpartisipasi pada periode lalu, bisa mendaftarkan karyanya di bulan April. Adapun informasi lengkap mengenai FSM dapat diakses melalui akun media sosial FSM dan tautan familysundaymovie.com. (R-3)
Lestari Moerdijat menegaskan bahwa seni ukir bukan sekadar karya artistik, melainkan bagian dari identitas budaya bangsa.
PEMERHATI sosial dan budaya, Agus Widjajanto mengungkap nenek moyang telah meninggalkan warisan luhur yang tidak pernah dimiliki oleh bangsa-bangsa lain, berupa ajaran dan laku luhur.
WTC Jakarta dan WTCA mengintegrasikan seni dalam ekosistem bisnis untuk memperkuat hubungan internasional dan mendorong ekonomi kreatif Indonesia.
Grab Indonesia dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta gelar GrabX Mini Festival 2026 di Kota Tua, hadirkan inovasi AI untuk dukung UMKM dan budaya lokal.
Pertanyaan "Kapan Nikah" saat Lebaran sering dianggap toxic. Pakar Psikologi UGM menjelaskan alasan di balik fenomena artefak budaya kolektif ini. Cek di sini!
DI antara isu yang mengguncang dunia Islam dari Maroko di barat hingga Indonesia di timur adalah sekularisme, baik sekularisme politik maupun kultural.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved