Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUKTAMAR ke-34 dipastikan akan digelar pada 23-25 Desember di Lampung. Keputusan tersebut, menurut Ketua Panitia Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) Imam Aziz, merupakan keputusan final yang telah dirembukan dan melalui surat pemberitahuan.
"Iya insyaallah tanggal itu sudah diputuskan dan akan dilaksanakan di Lampung. Waktu persiapan memang singkat tapi kami akan optimal," ujarnya, Rabu (8/12).
Dalam muktamar tersebut nantinya tidak ada yang berbeda dengan muktamar sebelumnya. Isu yang dibahas pun sesuai dengan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Komisi Bahtsul Masail Maudhu’iyah akan membahas tiga masalah dalam gelaran Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) mendatang. Ketiga itu adalah pandangan fikih terhadap orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), kedaulatan rakyat atas tanah, dan badan hukum.
"Tidak ada yang berbeda sama saja. Isunya yang dibahas juga sama tiga hal yang dibahas kemarin"
Sebelumnya Ketua Komisi Bahtsul Masail Maudhu’iyah KH Abdul Moqsith Ghazali dalam keterangannya secara daring bebetrapa waktu lalu menerangkan, setelah rapat lintas komisi dengan steering committee (SC) menyepakati ada tiga masail fiqhiyah maudhu’iyah (masalah fikih tematik) yang akan diangkat dalam Muktamar NU.
Salah satunya adalah pembahasan ODGJ yang telah sempat dibahas dalam Munas NU 2017 di Nusa Tenggara Barat.
"Sudah dibicarakan mengenai pandangan fikih Islam terhadap kaum difabel atau disabilitas. Ini penting dibahas karena ODGJ dari segi kuantitas jumalah cukup banyak. Ada yang memperkirakan jumlahnya sampai lima juta orang di Indonesia. Belum ditambah dengan orang yang disebut dengan difabel,” jelasnya. (Sru/Ol-09).
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
Saifullah Yusuf menyatakan aspirasi Ketua PWNU se-Indonesia terkait waktu pelaksanaan muktamar selaras dengan keputusan internal organisasi.
Menurutnya ini bukan sekadar teladan yang tidak hanya berlaku bagi kalangan anak muda NU sebagai generasi penerus.
Arah pemilihan Rais Aam melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) saat ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi kepentingan para aktor utama di posisi Ketua Umum.
Gus Lilur merasa prihatin jika tradisi besar seperti pesantren dan bahtsul masail terpinggirkan oleh kepentingan elektoral.
Oleh karena itu, penguatan relasi NU dan NKRI membutuhkan agenda strategis yang melampaui retorika. Digitalisasi dakwah moderat ialah kebutuhan mutlak
DESAKAN agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menggelar muktamar NU terus menguat. Kali ini, Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia mendesak muktamar
Rangkaian menuju Muktamar ke-35 sendiri akan didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.
TOKOH Nahdatul Ulama (NU) HRM. Khallilur R Abdullah Sahlawiy atau biasa disapa Gus Lilur mengingatkan, penyelenggaraan Muktamar NU mendatang harus bebas dari politik uang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved