Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang dilakukan di Sumatera Selatan dan Jambi dalam kurun waktu 10 Juni sampai 27 Juni 2021 mampu menihilkan titik hotspot di wilayah tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Jon Arifian
"Jumlah hotspot selama TMC di kedua provinsi dari data Sipongi KLHK tercatat nihil," kata Jon saat dihubungi, Kamis (1/7).
Selain itu, ia menyatakan, berdasarkan hasil evaluasi TMC yang dilakukan di wilayah tersebut mampu menambah intensitas hujan dengan total 90 juta m3, dengan masing-masing Sumatera Selatan sebanyak 67 juta m3 dan Jambi 23 juta m3.
"Tinggi muka air tanah lahan gambut dapat dipertahankan, tidak turun. Dan beberapa diantaranya ada kecenderungan naik," ungkap Jon.
Adapun, dalam pelaksanaannya, TMC di wilayah Sumatera Selatan terdiri dari 19 sorti dengan menggunakan bahan semai NaCl sebanyak 15,2 ton.
Baca juga : Waspadai Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter di Perairan Selatan Jawa
Jon mengungkapkan, kondisi lahan tersebut dapat bertahan sesuai dengan kondisi hidrometeorologi yang mengikuti setelahnya. Artinya, semakin kering cuaca ke depan, akan scepat memengaruhi tingkat kemerosotan kandungan air tanah.
"Idealnya TMC diteruskan untuk mempertahankan level air tanah selalu basah dan aman dari ancaman kebakaran yang masif," ungkap Jon.
Namun demikian, ia mengungkapkan mulai 3 Juli mendatang TMC akan mulai dilaksanakan di wilayah Riau. Pasalnya, berdasarkan pantauan dari citra satelit terdapat satu titik hotspot di lahan gambut. Ditambah dengan masuknya musim kemarau di wilayah tersebut. Jon mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 8,5 ton bahan semai dan pesawat Casa TNI A-125.
"Target semai awan-awan potensial di area gambut rawan kebakaran di sektor timur dan tenggara Riau dan wilayah lainnya. TMC tersebut akan dilaksanakan dalam waktu 15 - 20 hari," pungkas Jon. (OL-2)
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin (2008-2018) meninggal dunia di Jakarta. Simak perjalanan dan warisan pembangunannya bagi Bumi Sriwijaya.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved