Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Indonesia (UI) menyelenggarakan Sidang Terbuka Upacara Pengukuhan empat Guru Besar tetap pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Sabtu (19/6).
Rektor UI Prof Ari Kuncoro memimpin langsung acara pengukuhan guru besar yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu (19/6) pada pukul 09.00 - 10.30 WIB.
Empat guru besar FIB UI yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Irmawati Marwoto, S.S., M.S, Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana, S.S., M.Si, Prof. Manneke Budiman, S.S., M.A., Ph.D, dan Prof. Dr. Lilawati Kurnia, S.S., M.A.
Prof. Dr. Irmawati Marwoto, S.S., M.S. dengan pidatonya yang berjudul: Arkeologi Kontemporer: Sebuah Alternatif untuk Pengembangan Arkeologi Indonesia.
Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana, S.S., M.Si, dengan pidatonya yang berjudul Gambar Tangan pada Gambar Cadas Indonesia: Rekonstruksi Sejarah Kebudayaan, serta Tantangan Pengembangan dan Pelestariannya.
Baca juga: Prof Komarudin Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Tetap UNJ
Prof. Manneke Budiman, S.S., M.A., Ph.D. dengan pidatonya yang berjudul: Dari Kajian Sastra ke Kajian Budaya: Humaniora dalam Perubahan Zaman.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Manneke membahas dekonstruksi teori kritikal Sastra Barat melalui perspektif Sastra Timur Edward Said.
"Studi sastra tidak lagi penafsiran atas teks berubah menjadi penafsiran atas tafsir selain teks," ujar Manneke.
Prof. Dr. Lilawati Kurnia, S.S., M.A. dengan pidatonya yang berjudul: Transkulturalitas Mendobrak Batas-batas Kaku Budaya.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Lillawati membahas mengenai konsep transkulturalitas yaitu pertemuan budaya di tengah kehidupan modern.
"Dalam konsep transkulturalitas, tukar menukar budaya dapat berlangsung dengan setara, dapat berkembang secara kondusif," ujar Lila.
Di akhir sidang pengukuhan, Rektor UI Prof Ari Kuncoro memaparkan statistik jumlah Guru Besar Universitas Indonesia berjumlah 323 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 235 Guru Besar Tetap, 7 Guru Besar Emiritus, dan 81 Guru Besar NDK.
Sebelumnya, Dekan FIB UI Adrianus Waworuntu mengucapkan selamat atas dikukuhkannya empat guru besar baru dari FIB UI.
"Alhamdulillah. Setelah paceklik panjang, akhirnya FIB UI dengan bangga menuai 4 Guru Besar baru bidang Ilmu Arkeologi dan Ilmu Susastra. Selamat kepada Prof Dr Lilawati Kurnia , Prof Dr Manneke Budiman, Prof Dr Cecep Eka Permana, dan Prof Dr Irmawati Marwoto. Viva FIB UI," ungkapnya. (A-2)
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri sebagai Guru Besar. Ia memperkenalkan konsep Audit 5.0 yang memadukan kecerdasan buatan dan nurani manusia.
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Al) dan meningkatnya tekanan isu lingkungan kini mulai mengubah wajah dunia teknik sipil.
Universitas Mercu Buana (UMB) mengukuhkan dua Guru Besar perempuan tepat di Hari Kartini, simbol emansipasi dan kepemimpinan intelektual perempuan.
Universitas Pelita Harapan (UPH) mengukuhkan lima guru besar baru untuk memperkuat kontribusi akademik dalam menjawab tantangan strategis nasional.
Prof. Tanty Oktavia memaparkan pentingnya kolaborasi Human-AI dalam orasi ilmiahnya di BINUS University. Fokus pada sistem cerdas yang berorientasi manusia.
Komisi X juga mendorong Kemdiktisaintek dan pimpinan perguruan tinggi melakukan kajian komprehensif terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus.
Civitas akademika menyatakan ketaatan dan kepatuhan penuh kepada PPLP PT PGRI Malang yang sah di bawah kepemimpinan Drs. Agus Priyono, MM,
Rektor UNJ, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Mappi kepada UNJ dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Papua Selatan.
Doktor Alim Setiawan Slamet resmi menggantikan Rektor IPB sebelumnya Profesor Arif Satria.
Selain memberangkatkan tim survei yang terdiri dari tiga orang ahli di bidang penanggulangan kedaruratan kebencanaan, maka di kampus juga disiapkan tim gabungan medis, IT, psikolog.
Rektor UICI Prof Asep Saefuddin menegaskan bahwa para cendekiawan memiliki tanggung jawab besar dalam membangun ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved