Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BUAH Tin disebut dalam Alquran, dan menjadi nama surat ke-95 di kitab suci. Lalu apa keistimewaan buah ini untuk kesehatan?
Nama buah Tin disebut dalam ayat pertama surat At-Tin, “Demi buah Tin dan buah Zaitun. Nama buah tersebut pun menjadi nama surat ke-95 dalam Alquran yang berjumlah delapan ayat. Lalu, apa saja sebenarnya manfaat buah ini bagi kesehatan?
Bentuknya menyerupai ibu jari, teksturnya berair, dan rasanya manis ketika sudah matang. Kulitnya berwarna ungu atau hijau, yang juga bisa dimakan. Daging buahnya, berwarna merah muda dan bertekstur lembut. Nama ilmiah buah Tin adalah Ficus carica.
Dikutip dari situs healthline, buah ini mengandung nutrisi yang memberikan berbagai manfaat kesehatan. Buah Tin dianggap dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, menurunkan risiko penyakit jantung, dan membantu tubuh kita mengelola kadar gula darah.
Baca juga: 6 Fakta Timun Suri, Pelengkap Sajian di Bulan Ramadan
Dalam satu buah Tin segar berukuran kecil (40 gram), mengandung 30 kalori, 0 gram protein 0 gram lemak, 8 gram karbohidrat, 1 gram serat, serta mengandung tembaga, magnesium, kalium, vitamin B6 dan vitamin K.
Tembaga adalah mineral yang penting untuk tubuh, termasuk metabolisme dan produksi energi, serta pembentukan sel darah, jaringan ikat, dan neurotransmiter. Sementara vitamin B6 adalah vitamin kunci yang diperlukan untuk membantu tubuh memecah protein makanan dan membuat protein baru. Ini juga berperan penting untuk kesehatan otak.
Buah ini telah lama digunakan sebagai pengobatan rumahan atau pengobatan alternatif untuk masalah pencernaan seperti sembelit. Dengan kandungan seratnya, dapat membantu mengurangi sembelit, dan berfungsi sebagai prebiotik - atau sumber makanan untuk bakteri sehat yang mengisi usus Anda.
Dalam penelitian yang diujikan pada hewan, ekstrak atau pasta buah Tin membantu mempercepat pergerakan makanan melalui saluran pencernaan, mengurangi sembelit dan memperbaiki gejala gangguan pencernaan seperti kolitis ulserativa.
Suatu studi pada 150 orang dengan keluhan iritasi usus besar dengan sembelit (IBS-C) juga menemukan, mereka yang mengonsumsi sekitar 4 buah Tin kering (45 gram) dua kali sehari mengalami penurunan gejala yang signifikan - termasuk nyeri, kembung, dan sembelit.
Penelitian serupa yang diujikan pada 80 orang juga menemukan, dengan mengonsumsi sekitar 10 ons (300 gram) pasta buah Tin setiap hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan sembelit.
Baca juga: Manfaat Lidah Buaya Cegah Beragam Masalah Kulit
Studi lainnya, yang dilakukan pada dua dekade lalu, (1998) pada 10 orang dengan diabetes tipe 1 menemukan, dengan minum teh daun buah Tin saat sarapan bisa menurunkan kebutuhan insulin. Pada bulan mereka mengonsumsi teh daun buah Tin, dosis insulin mereka menurun sekitar 12%.
Dalam penelitian yang lebih baru menemukan, minuman yang mengandung ekstrak buah Tin dengan dosis tinggi memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih rendah daripada minuman tanpa ekstrak buah Tin, yang berarti minuman ini akan memiliki efek yang lebih baik pada kadar gula darah.
Tapi, buah Tin juga punya efek negatif. Karena kerap digunakan sebagai obat rumahan untuk sembelit, mengonsumsi buah ini juga dapat menyebabkan diare atau masalah pencernaan lainnya.
Dan kandungan vitamin K yang cukup kaya, ini juga dapat mengganggu obat pengencer darah dan menyebabkannya menjadi kurang efektif. Jika Anda sedang menjalani terapi pengencer darah, Anda harus menjaga asupan buah Tin dan makanan kaya vitamin K lainnya secara konsisten dari hari ke hari untuk mengurangi risiko komplikasi. Yang perlu diperhatikan, beberapa orang juga bisa punya alergi pada buah ini. (healthline.com/OL-4)
Pemerintah mengklaim harga barang kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 lebih stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Momentum Ramadan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved