Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI wujud komitmen mereka untuk membantu kesehatan masyarakat di seluruh dunia, Daewoong Pharmaceutical (CEO Sengho Jeon) terus berinovasi. Kali ini mereka mengumumkan hasil uji klinis pengobatan diabetes tipe-2 bernama Enavogliflozin di ajang American Society for Clinical Pharmacology and Therapeutics yang diadakan secara online pada 12-17 Maret lalu.
Dalam sebuah presentasi yang diikuti oleh 2.300 pakar kesehatan bidang farmakologi seluruh dunia, Daewoong Pharmaceutical menyampaikan hasil uji klinis fase-1 yang dilakukan untuk menguji dampak enavogliflozin dan metformin saat dikonsumsi secara bersamaan. Uji klinis itu dilakukan dengan membandingkan konsentrasi obat dalam darah pasien saat mengonsumsi enavogliflozin dan metformin secara bersamaan dan saat mengonsumsi enavogliflozin atau metformin secara terpisah.
Baca juga: Inovasi Insulin Terbaru untuk Terapi Diabetes Kini di Indonesia
Berdasarkan hasil uji klinis teresbut telah terbukti bahwa kedua kandungan obat tersebut tidak saling memengaruhi satu sama lain karena tidak ada perbedaan signifikan dalam konsentrasi darah pasien.
"Selama uji klinis, tidak terjadi interaksi obat saat enavogliflozin dan metformin dikonsumsi secara bersamaan. Keamanan kedua kandungan obat tersebut terjamin jika dikonsumsi secara bersamaan karena tidak ada perbedaan tingkat penyerapan obat,” ujar Profesor Jang In-Jin dari Department of Clinical Pharmacology and Therapeutics, Seoul National University Hospital.
Saat ini, Daewoong Pharmaceutical telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korea Selatan untuk melaksanakan uji klinis terapi kombinasi metformin fase-3. Uji klinisini merupakan lanjutan dari hasil uji klinis enavogliflozin dan metforminfase-1.
“Berdasarkan hasil uji klinis yang kami lakukan, ketika enavogliflozin dan metformin dikonsumsi secara bersamaan, kedua kandungan obat tersebut tidak saling mempengaruhi satu sama lain. Saat ini, kami mengembangkan terapi tunggal menjadi terapi kombinasi. Kami juga akan mempercepat pengembangan enavogliflozin sebagai obat barua sehingga dapat membantu pasien diabetes tipe-2 mengontrol gula darah, terutama bagi pasien yang gula darahnya sulit dikontrol hanya dengan menggunakan obat-obatan yang ada di pasaran,” ujar Park Hyun-jin, head of Development Division, Daewoong Pharmaceutical.
Enavogliflozin adalah obat pertama untuk mengobati diabetes SGLT-2 yang dikembangkan oleh Daewoong Pharmaceutical di antara perusahaan farmasi Korea Selatan. Dalam uji klinis fase-2, enavogliflozin diberikan pada pasien diabetes tipe-2 yang gula darahnya sulit dikontrol. Hasil uji klinis tersebut menunjukkan bahwa enavogliflozin terbukti menurunkan tingkat gula darah dan pengurangan hemoglobin terglikasi yang lebih baik dibandingkan dengan inhibitor SGLT-2a. Keamanannya juga terbukti dan dapat mengurangi efek samping pemberian obat. Daewoong Pharmaceutical saat ini sedang mengembangkan enavogliflozin sebagai obat inihbitor SGLT-2 baru. Peluncuran enavogliflozin diharapkan akan dilakukan di Korea Selatan pada 2023 mendatang.
Di Korea Selatan, metformin direkomendasikan sebagai pengobatan pertama bagi pasien diabetes dan berbagai terapi kombinasi juga dapat direkomendasikan berdasarkan kondisi klinis pasien. Selain itu, penghambat SGLT-2 dan agonis reseptor GLP-1 direkomendasikan untuk pasien diabetes yang juga mengidap penyakit kardiovaskular. Adapun pengobatan yang ada saat ini,cenderung mengembangkan pengobatan diabetes baru untuk pasien dengan tingkat gula darahnya yang sulit dapat dikontrol dan memperluas indikasi obat agar dapat digabungkan dengan pengobatan yang sudah ada. (RO/A-1)
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved