Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM penanganan kanker pada anak, penemuan kasus secara dini menjadi kunci utama yang akan meningkatkan kualitas pengobatan dan harapan sembuh. Karena itu, setiap orangtua perlu memerhatikan perubahan-perubahan mencurigakan pada diri anak yang bisa jadi mengarah pada gejala kanker.
Demikian dikatakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, dr. Cut Putri Arianie, MHKes, pada webinar membahas kanker anak yang digelar Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Sabtu (30/1).
“Orangtua paling bertanggung jawab dalam mendeteksi gejala awal kanker anak dengan memerhatikan perubahan mencurigakan sekecil apa pun pada diri anak,” ujarnya.
Kanker pada anak, lanjutnya, memang tidak bisa dicegah, namun risikonya bisa ditekan dengan gaya hidup sehat. “Perilaku sehat sejak dini dengan konsumsi makanan sehat, tidak ada anggota keluarga yang merokok, aktif bergerak dan mencegah berat badan berlebihan bisa menurunkan risiko kanker,” imbuhnya.
Pada kesempatan sama, konsultan hematologi onkologi anak dari Fakultas kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), dr. Endang Windiastuti, Sp.A(K), memaparkan sejumlah gejala kanker anak yang perlu diperhatikan orangtua.
Pertama, jika anak sering demam hilang timbul dan nyeri tulang, timbul lebam biru-biru pada kulit tanpa terbentur, patut dicurigai sebagai gejala leukemia.
Timbulnya benjolan di leher, bisa jadi gejala kanker limfoma. Bintik pada mata, mungkin gejala retinoblastoma (kanker mata). Ketika perut anak terus membesar, kemungkinan itu tumor ginjal/limfoma.Benjolan di kaki setelah trauma, bisa jadi gejala osteosarkoma (kanker tulang).
Gejala yang juga perlu diwaspadai ialah ditemukannya massa (benjolan) di rongga dada, rongga perut, atau wajah, serta sakit kepala dan pucat tanpa sebab. Jika menemukan gejala-gejala tersebut, orangtua diimbau untuk segera memeriksakan anaknya ke rumah sakit.
“Semakin dini kanker anak ditemukan dan diobati, peluang sembuhnya besar. Perlu diingat, jika memiliki anak yang mengidap kanker, keluarga jangan menutup diri, carilah dukungan dari keluarga besar dan teman, hindari konflik di antara anggota keluarga,” saran dr Endang.
Ia menambahkan, dari data RSCM 2015 – 2019, lebih dari 50% kanker anak merupakan jenis leukemia akut. Lalu, jenis kedua terbanyak ialah retinoblastoma. (Nik/OL-09)
Dukungan psikososial
Pembicara lain, psikiater anak FKUI/RSCM, Prof. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K), menekankan pentingnya dukungan psikososial bagi anak pengidap kanker. Mengingat, penanganan kanker membutuhkan waktu lama sehingga memengaruhi perkembangan anak dan remaja, dan berdampak pada masalah emosi dan perilaku.
“Masalah paling sering adalah ketakutan dan kecemasan terhadap berbagai prosedur medis dan serangan panik saat berada dalam kondisi sulit,” ujar dr. Tjhin.
Masalah lain ialah ketidakmampuan mengikuti sekolah (absen lama karena harus bolak balik dirawat di rumah akit) dan tidak bisa mengikuti kegiatan anak-anak pada umumnya. Mereka juga merasa berbeda dengan anak-anak lain.
“Anak pengidap kanker membutuhkan dukungan psikososial. Dukungan juga perlu diberikan pada orangtuanya atau keluarga. Mengikuti komunitas kanker akan sangat berguna agar anak maupun orangtua bisa menerima kondisi mereka,” saran dr Tjhin.
KONSUMSI alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
KANKER merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia.
Kepastian diagnosis adalah kunci keberhasilan terapi kanker. Mayapada Hospital hadirkan PET-CT dan SPECT-CT untuk hasil diagnosis yang akurat dan presisi.
Lonjakan kanker HPV pada pria mencapai 46% menurut CDC 2026. Kanker tenggorokan jadi ancaman utama, vaksin terbukti turunkan risiko hingga 50%.
Konser amal Greatest Love of All sukses digelar di TIM, mengumpulkan dana Rp60 juta untuk perluasan Rumah Singgah Lions bagi anak pejuang kanker.
Tiga bahan alami yang mudah ditemukan di Indonesia, yakni kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam, berhasil dikombinasikan oleh peneliti BRIN menjadi formula kandidat antikanker.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved