Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA tim pengembang GeNose, Kuwat Triyono mendapat banyak tuduhan dan kritik mengenai kelemahan inovasi alat deteksi covid-19 melalui embusan napas yang dikembangkannya. Sejumlah pihak menilai alat deteksi covid-19 melalui embusan naPas dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu memiliki banyak kelemahan.
Kuwat menjawab beberapa tuduhan mengenai kelemahan alat. Salah satunya adalah bahwa alat tidak bisa digunakan di sembarang tempat. "Jadi ini wajar. Ini namanya prekondisi alat. Di mana alat harus digunakan dalam ruangan bersirkulasi baik. Namanya alat kesehatan tentu tidak bisa dipakai di sembarang tempat," kata Kuwat, Selasa (5/1).
Bukan tanpa alasan, GeNose hanya dapat bekerja sesuai kondisi ruangan. Pasalnya, alat itu sangat sensitif pada kelembaban saat mendeteksi napas seseorang.
Namun, permasalahan itu dapat dipecahkan oleh alat itu sendiri. Kuwat menjelaskan, GeNose sudah dilengkapi algoritma yang mengidentifikasi lingkungan. "Jadi kalau lingkungannya tidak sesuai nanti dia akan bilang. Kalau kita paksa pakai di situ, ya bakal error, bukan atau tidak berpengaruh pada hasil positif negatif," ungkapnya.
Semua alat menurutnya punya requirement, atau gambaran dari layanan dan batasan sistem dari alat itu sendiri. Kemudian, dirinya juga membantah alat ini tidak bisa mendeteksi orang yang sesaat sebelum tes mengonsumsi minuman beralkohol, memakan petai atau merokok.
"Itu bukan kelemahan alat, itu prekondisi pasien. Sama seperti orang uji darah kan dia mesti puasa enam jam begitu," terang Kuwat. Dia menerangkan, orang yang memakan pete, merokok atau minum alkohol sebelum tes akan mendapatkan hasil tes yang sifatnya abu-abu. Atau berada di antara garis positif dan negatif.
"Dengan nilai pertengahan itu ya tinggal kita minta sikat gigi untuk membersihkan mulut. Dan 30 menit berikutnya datang lagi, kita cek lagi maka hasilnya itu negatif. Jadi tidak ada masalah," jelasnya.
Diapun menyampaikan, jika masyaralat tidak perlu khawatir menggunakan GeNose. Sebab alat ini sama sekali tidak mengintervensi tubuh manusia, karena hanya meminta embusan napas. "Alat ini lagi pula tidak ada intervensi ke tubuh manusia, jadi sebenarnya tidak ada problem juga, tidak memengaruhi kematian seseorang. Alat ini tipe B, atau golongan B dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang risikonya terhadap pasien sangat rendah," ungkap dia.(CEU/H-1)
UniRanks merilis daftar 15 universitas terbaik di Indonesia 2026. UI memimpin di posisi pertama, disusul UGM dan Unair. Cek daftar lengkapnya di sini.
Akademisi UGM Ahmad Athoillah menekankan revitalisasi cagar budaya seperti keraton harus mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.
Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) pertimbangkan langkah hukum usai dilaporkan atas dugaan penistaan agama dalam ceramahnya di Masjid UGM.
Pakar UGM menilai pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun melalui PP Tunas berdampak positif pada kemampuan literasi dan prestasi akademik.
Penelitian kolaboratif antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) membuktikan ekstrak daun kenanga memiliki aktivitas antidiabetes dan antioksidan.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Ada gap deteksi menurun dan kesadaran tes pencegahan secara riil di masyarakat.
"Mengapa DKI kemudian 4.000 (kasus) atau kurang lebih 50% kasus yang dideteksi itu bukan suatu prestasi buruk, malah justru merupakan effort sangat baik, mendeteksi."
GeNose C19 juga masih memegang izin edar untuk proses screening di tengah pandemi covid-19, dengan tingkat akurasi pada level 93-94%.
Aplikasi membantu warga, jadi punya semacam pelindung diri karena bisa dengan mudah mengetahui tempat yang didatangi aman atau tidak dari virus korona.
Sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring dan orofaring dinilai lebih sensitif dan akurat sehingga menjadi gold standar diagnosis Covid-19.
Metode RT-LAMP yang merupakan pemeriksaan biomolekuler masuk dalam tes NAAT (Nucleic Acid Amplification Test), RT-PCR juga masuk dalam kategori yang sama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved