Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PLAGIARISME merupakan salah satu masalah dalam dunia pendidikan dan riset yang terus saja terjadi. Copy paste kerap menjadi jalan pintas yang ditempuh siswa ketika menyelesaikan tugas dari guru, juga mahasiswa saat menyusun skripsi maupun tugas lain. Bahkan, kasus plagiarisme juga beberapa kali terungkap dilakukan oleh akademisi dan periset.
Beragam upaya dilakukan untuk mengatasi permasalahan itu. Salah satunya diakukan oleh Turnitin, perusahaan teknologi digital di Amerika, yang menyediakan layanan deteksi plagiarisme berbasis internet. “Turnitin membantu instruktur (guru/dosen/institusi) untuk mendeteksi plagiarisme. Tidak hanya mendeteksi copy paste, melainkan juga mendeteksi karya yang dikerjakan oleh pihak lain, bukan karya asli siwa/mahasiswa sendiri,” ujar Yovita Marlina, Senior Manager, Customer Growth, South-East Asia Turnitin.
Baca juga: Hidup Berkarya dan Hentikan Plagiat
Dalam mendeteksi copy paste, Turnitin bekerja dengan mencocokkan karya siswa/mahasiswa dengan database karya tulis/jurnal yang sudah dikumpulkan. Adapun deteksi karya yang dikerjakan oleh orang lain (ghost writer), dilakukan dengan bantuan artificial intelligent yang akan mengukur beberapa paramater, misalnya kecocokan gaya bahasa yang dipakai dengan karya siswa/mahasiswa di masa-masa sebelumnya.
“Deteksi ini bisa dilakukan sejak tahap-tahap awal proses penyelesaian tugas siswa/mahasiwa. Dengan demikian, jika ada indikasi plagiarisme, guru/dosen bisa memberi peringatan seak awal,” kata Yovita.
Peringatan itu yang tentunya menjadi shock therapy itu sekaligus menjadi sarana edukasi tentang pentingnya integritas. “Sangat penting untuk membentuk pola pikir siswa/mahasiswa dalam menjunjung tinggi integritas dengan mengakui pekerjaan orang lain dan tidak menjadikannya sebagai konten asli atas namanya,” tegasYovita.
Teknologi Turnitin didesain user friendly dan mampu mendeteksi kecurangan secara instan. Secara global, Turnitin telah digunakan oleh 15.000 institusi perguruan tinggi dan 30 juta mahasiswa di dunia. Saat ini, beberapa lembaga pendidikan di Indonesia juga sudah menggunakan Turnitin. Antara lain, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Malang, Universitas Pelita Harapan, Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Trisakti.
“Ke depan, melalui teknologi Turnitin, kami ingin terus membantu agar siswa/mahasiswa memegang teguh norma moral untuk menulis karya asli serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang dibutuhkan dalam menjalani karier di masa depan,” pungkas Yovita. (A-1)
Lestari Moerdijat menegaskan bahwa seni ukir bukan sekadar karya artistik, melainkan bagian dari identitas budaya bangsa.
PEMERHATI sosial dan budaya, Agus Widjajanto mengungkap nenek moyang telah meninggalkan warisan luhur yang tidak pernah dimiliki oleh bangsa-bangsa lain, berupa ajaran dan laku luhur.
WTC Jakarta dan WTCA mengintegrasikan seni dalam ekosistem bisnis untuk memperkuat hubungan internasional dan mendorong ekonomi kreatif Indonesia.
Grab Indonesia dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta gelar GrabX Mini Festival 2026 di Kota Tua, hadirkan inovasi AI untuk dukung UMKM dan budaya lokal.
Pertanyaan "Kapan Nikah" saat Lebaran sering dianggap toxic. Pakar Psikologi UGM menjelaskan alasan di balik fenomena artefak budaya kolektif ini. Cek di sini!
DI antara isu yang mengguncang dunia Islam dari Maroko di barat hingga Indonesia di timur adalah sekularisme, baik sekularisme politik maupun kultural.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved