Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 telah mengubah seluruh tatanan hidup, tak terkecuali dalam hal layanan dasar termasuk layanan keluarga berencana (KB) atau kesehatan reproduksi. Adanya adaptasi kebiasaan baru telah mengakibatkan pergerakan dari para petugas dan pengelola kegiatan program KB juga mengalami hambatan.
Padahal, selama ini petugas di lapangan terkait prigram KB banyak mengandalkan tatap muka, kunjungan, sosialisasi, dan tindakan konkret yang tidak mungkin dilakukan tanpa berhadapan langsung dengan para klien.
Merespon hal itu, tepat pada Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan aplikasi Klik KB. Diharapkan, kehadiran Klik KB dapat mempermudah dan memperluas jangkauan kepesertaan KB hingga ke seluruh wilayah di Indonesia.
"Aplikasi klik KB diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap KB dan kesehatan reproduksi dalam situasi dan kondisi yang kita hadapi saat ini," kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Eni Gustina, Senin (17/8).
Baca juga : Rayakan HUT RI ke-75, Nadiem Kenakan Songket Palembang
Pada kesempatan tersebut, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengungkapkan, inovasi tersebut dihadirkan untuk menyasar pasangan usia subur (PUS) baru agar tercipta generasi unggul di masa depan.
"BKKBN menyadari cara baru generasi baru harus kita tetapkan dengan baik, katena kita sadari mereka dengan ekosistem berbeda, karakter beda, sehingga kami berpegang teguh didiklah anakmu sesuai zamannya karena dia tidak lahir di zamanmu," katanya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi langkah BKKBN untuk melakukan inovasi pelayanan. Dirinya menegaskan, intervensi memang sudah seharisnya dilakukan kepada calon keluarga baru untuk bisa menyiapkan perencanaan keluarga sebaik-baiknya.
"Keluarga adalah satu hak yang sangat vital karena unit terkecil negara adalah keluarga. Kalau keluarga baik, bisa dipastikan nrgara baik. Kalau sebagian besar keluarga tidak baik, maka negara tidak baik," tandasnya. (OL-7)
Wihaji menekankan bahwa setiap daycare yang masuk dalam binaan pemerintah harus melalui proses seleksi ketat.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Survei Sun Life 2026 mengungkap 57% perempuan Indonesia abaikan kesehatan demi keluarga. Simak tantangan finansial dan beban sandwich generation di sini.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/3), ayah Vidi, Harry Kiss, membagikan potret dirinya bersama sang istri di depan rumah.
Sejalan dengan imbauan Pemerintah, masyarakat diajak untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dengan mengurangi paparan gawai.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved