Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung akan membagi dua relawan yang menjadi subjek ujicoba vaksin virus korona (covid-19) asal Tiongkok. Pemisahan ini diperlukan untuk mengetahui efektivitas antivirus tersebut.
Ketua tim ujicoba vaksin covid-19 FK Unpad, Kusnandi Rusmil, mengatakan, dari total 1.620 subjek yang diperlukan untuk uji klinis tersebut, menurut dia tidak semuanya akan disuntikkan vaksin saat uji coba berlangsung. Cairan antivirus hanya akan diberikan kepada 800 relawan yang penentuannya dilakukan secara acak.
Baca juga: Tembus 100 Ribu, Jubir Satgas Covid-19: Indonesia Masih Krisis
"Dari semua relawan itu, yang akan disuntikkan vaksin hanya 800. Sisanya yang 800 hanya akan diberikan placebo," katanya seraya menjelaskan placebo hanyalah cairan biasa yang warnanya akan menyerupai vaksin covid-19.
Karena dilakukan secara acak, menurut dia relawan tidak akan mengetahui apakah mereka mendapat cairan vaksin atau hanya placebo. Tidak diberitahunya para relawan ini diyakini bisa memberi perasaan yang sama di antara para subjek tersebut sehingga efektivitas vaksin akan semakin terlihat jelas.
"Jadi nanti kami ingin membandingkan antibodi antara yang diberi vaksin dengan yang diberi placebo. Sengaja disamarkan, agar mereka tidak punya perasaan 'aduh gimana ya saya tidak diberi vaksin'," paparnya.
Usai menjalani penyuntikkan, para relawan ini akan terus dipantau selama 3-6 bulan. Tim ahli yang sudah mengetahui siapa saja yang disuntikkan vaksin atau placebo akan memantau reaksi apa saja yang dialami subjek yang berjumlah 1.620 ini.
"Sehingga kami bisa membedakan reaksi yang dialami subjek yang mendapatkan vaksin dengan yang tidak. Sehingga kami bisa betul-betul mengetahui efektivitas dari vaksin ini," paparnya.
Dengan begitu, dia memprediksi ujicoba vaksin ini akan selesai sekitar 6-9 bulan. Jika berhasil, menurutnya antivirus ini bisa diberikan kepada masyarakat paling cepat awal tahun depan.
"Diharapkan selesai enam bulan. Sehingga Januari bisa digunakan,"ujarnya. (H-3)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Campak dikenal sebagai penyakit virus yang sangat mudah menular melalui udara.
Pneumonia bakterial sekunder terjadi karena infeksi bakteri saat atau setelah terkena campak.
Kemenkes tetapkan vaksin meningitis dan polio sebagai syarat wajib haji 2026. Simak aturan waktu pemberian dan tips kesehatan dari ahli di sini.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved