Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan tidak ada kurikulum pembelajaran baru yang dibuat guna merespons situasi pandemi covid-19.
Menurutnya pembuatan kurikulum baru membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, Kemendikbud membuat kebijakan antara lain meniadakan ujian nasional dan siswa tidak harus menyelesaikan semua materi pembelajaran hingga akhir untuk dapat ikut ujian sekolah.
Nadiem pun tidak menampik banyak keluhan yang datang dari para guru, siswa, dan orang tua murid terhadap sistem pembelajaran jarak jauh secara daring yang diberlakukan saat ini. Metode belajar itu, membutuhkan sumber daya seperti jaringan internet serta gawai.
"Kita tidak memilih mengubah kurikulum. Kedaruratan ada di dalam sekolah tersendiri. Lebih penting lagi apakah ekonomi para siswa. Apakah cukup untuk beli kuota dan kesejahteraan guru terjamin terutama honorer," tutur Nadiem dalam acara Spesial Dialog bertajuk "Wajah Baru Pendidikan Indonesia; Merdeka Belajar di Saat Covid-19" yang ditayangkan di MetroTV, pada Jumat (8/5) pukul 20.05.
Baca juga :NasDem Maluku Serahkan APD ke Tenaga Medis
Ia lebih jauh menjelaskan dalam mendukung interaksi belajar-mengajar yang dilakukan secara daring melalui gawai, Kementerian Pendidikan membuat kebijakan pemberian dana bantuan sekolah khusus untuk pembelian kuota bagi guru dan murid. Menurut Nadiem, itu lebih dibutuhkan oleh siswa dan guru dibandingkan kurikulum pembelajaran baru.
"Untuk pertama kali, kita telah membuka dana bos untuk pembelian kuota guru maupun siswa itu diskresi kepala sekolah masing-masing selama pandemi," terangnya.
Ia menyadari bahwa wabah virus Korona merupakan tantangan yang luar biasa bagi dunia pendidikan. Tidak hanya bagi para guru, namun juga siswa dan orang tua murid. Mereka, ujar Nadiem, harus beradaptasi dengan situasi saat ini. Bukan hanya dari sisi sistem pembelajaran, Nadiem menyebut pademi juga berdampak pada kesehatan mental para siswa, guru dan orang tua murid. Selain itu, wabah virus Korona juga membuat perekonomian masyarakat terganggu. Kondisi tersebut menjadi dilematis.
"Ini merupakan tantangan bukan hanya guru, orang tua dan murid tapi juga buat Kementerian melihat kesenjangan yang ada secara ekonomi dan infrastruktur menjadi tantangan luar biasa," ungkapnya. (OL-2)
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat membatasi waktu pembuktian bagi terdakwa Nadiem Makarim dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Chromebook.
Sidang korupsi Chromebook dengan terdakwa Nadiem Makarim ditunda karena pengacara absen dan terdakwa sakit. Ini penjelasan lengkap dari hakim dan jaksa.
Sejak perkara ini mulai disidangkan pada Desember 2025, kesehatannya dilaporkan tidak menentu. Ia juga diketahui sempat menjalani operasi sebelumnya, yang menyebabkan agenda pembacaan
Dalam keterangannya, Nadiem menilai terdapat kejanggalan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menganggap CDM sebagai sumber kerugian negara.
Ibam yang dikenal sebagai salah satu engineer terbaik Indonesia, itu terancam hukuman total 22 tahun penjara jika tidak mampu membayar uang pengganti tersebut.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya masih belum stabil di tengah proses persidangan yang tengah ia jalani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved