Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA pesawat tambahan didatangkan untuk untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di Pekanbaru, Riau. Dua pesawat itu yaitu Cassa 212-200 kapasitas 1 ton dan Hercules C-130 kapasitas 4 ton.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menuturkan saat ini tersedia 4 pesawat yaitu Cassa 212-200 dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan 3 pesawat bantuan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Agus menuturkan seluruh pesawat akan beroperasi di 6 provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
"Pergekan pesawat sesuai dengan keberadaan awan potensi hujan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," ucap Agus di Jakarta, pada Selasa (17/9).
Selain itu, pesawat CN 295 pagi tadi jam 06.00 WIB diberangkatkan ke Palangkaraya Kalimantan Tengah karena menurut laporan BMKG sudah terdapat potensi awan hujan.
Pesawat tersebut akan melakukan operasi penyemaian awan hujan di wilayah Kalimantan agar bisa menjadi hujan untuk membantu pemadaman karhutla di Kalimantan. (OL-09)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved