Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk pengembalian (re-ekspor) limbah kertas plastik.
Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati menuturkan limbah tersebut akan dikembalikan ke 13 negara tujuan.
"Ada 145 kontainer temuannya sejak Juni 2019," tutur Rosa ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Senin (2/9).
Ke-13 negara tujuan tersebut yakni Prancis (20 kontainer), Hong Kong (11 kontainer), Belanda (33 kontainer), Amerika (98 kontainer), Australia (22 kontainer), Jerman (87 kontainer), Inggris (8 kontainer), Belgia (17 kontainer), Slovenia (12 kontainer), Yunani (2 kontainer), Australia / Marshall Island (78 kontainer), Inggris/Marshall Island (22 kontainer) dan New Zealand/Marshall Island (5 kontainer).
Seperti telah diberitakan Media Indonesia pada Juli lalu, sekitar 27 kontainer dire-ekspor ke negara asalnya oleh Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kepulauan Riau, karena berisikan limbah plastik yang mengandung B3 dan sampah. Tambahan 27 kontainer ini melengkapi total 45 kontainer diduga limbah yang dire-ekspor.
Baca juga: Impor Limbah Plastik Diperketat
Dari hasil pemeriksaan, ada puluhan kontainer berisi limbah plastik yang mengandung Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Batam milik empat importir yakni PT Arya Wiraraja Plastikindo, PT Royal Citra Bersama, PT Tan Indo dan PT Hong Tay. Mereka diminta mengekspor kembali kontainer limbah plastik yang mengandung B3 dalam waktu 90 hari kerja sejak kontainer tiba di Batam. Berdasarkan jadwal itu, waktu pengembalian paling lambat sampai pertengahan September.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2016, mengatur importir wajib mengekspor kembali limbah plastik non-B3 dan yang tercampur sampah.(OL-5)
Tiongkok menjadi negara utama ekspor beberapa komoditas unggulan industri pengolahan seperti hasil olahan minyak kelapa sawit, hasil olahan nikel dan lainnya.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Menurut Jumhur, tantangan lingkungan hidup di Indonesia cukup kompleks dan membutuhkan penanganan bertahap.
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Pemerintah melangkah lebih jauh dalam mewujudkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang mencatat produksi sampah di kota itu mencapai 700 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved