Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kinerja ekspor Indonesia yang tetap tumbuh pada awal tahun menjadi penopang utama surplus neraca perdagangan Januari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan dan berkontribusi besar terhadap surplus perdagangan sebesar US$0,95 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa surplus tersebut terutama didukung oleh sektor nonmigas, sementara sektor migas masih mengalami defisit.
“Pada bulan Januari 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$0,95 miliar. Angka ini ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$3,22 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit US$2,27 miliar,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3).
Peningkatan ekspor terutama berasal dari sektor industri pengolahan yang mencatat pertumbuhan 8,19 persen secara tahunan, dengan kontribusi kenaikan mencapai 6,54% terhadap total ekspor.
“Nilai ekspor industri pengolahan naik 8,19% pada Januari 2026 (y-on-y) dengan andil peningkatan sebesar 6,54 persen,” jelas Ateng.
Tiga negara utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia pada Januari 2026 adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, dengan kontribusi mencapai 43,77 persen.
Tiongkok menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$5,27 miliar (24,80%), disusul Amerika Serikat sebesar US$2,51 miliar (11,82%) dan India sebesar US$1,52 miliar (7,15%).
Komoditas utama yang diekspor ke Tiongkok meliputi besi dan baja, nikel serta turunannya, dan bahan bakar mineral. Sementara ekspor ke Amerika Serikat didominasi mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian rajutan.
Di sisi lain, impor Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar US$21,20 miliar atau meningkat 18,21% secara tahunan. Kenaikan impor didorong oleh sektor nonmigas yang mencapai US$18,04 miliar, naik 16,71%, serta impor migas yang meningkat 27,52% menjadi US$3,17 miliar.
BPS juga mencatat tiga negara utama asal impor nonmigas Indonesia yaitu Tiongkok, Australia, dan Jepang dengan kontribusi sebesar 54,92%.
Secara keseluruhan, surplus perdagangan nonmigas Januari 2026 ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, nikel dan turunannya, serta alas kaki. Kinerja ekspor yang tetap tumbuh ini menjadi faktor kunci dalam menjaga neraca perdagangan Indonesia tetap positif di tengah dinamika ekonomi global. (E-3)
Kapasitas produksi pipa stainless steel maksimal bisa mencapai hingga 1.100 ton per tahun.
Airlangga Hartarto menegaskan Amerika Serikat penyumbang surplus perdagangan tertinggi, sekaligus salah satu destinasi ekspor terbesar Indonesia.
Pogram Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor atau UMKM BISA Ekspor besutan Kementerian Perdagangan menunjukkan hasil menggembirakan
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan forum investasi Indonesia-Tiongkok di Beijing menjadi momentum strategis untuk mendorong pelaku usaha nasional.
Tiongkok menjadi negara utama ekspor beberapa komoditas unggulan industri pengolahan seperti hasil olahan minyak kelapa sawit, hasil olahan nikel dan lainnya.
Indonesia bidik pasar Jepang untuk ekspor pelet EFB dan cangkang sawit. Dengan potensi setara 38.760 MW, biomassa sawit jadi andalan baru devisa negara di 2026.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved