Dukung Program Pemerintah, Ekspor Perdana Perkuat Daya Saing Manufaktur di Kancah Internasional

Rahmatul Fajri
29/4/2026 15:08
Dukung Program Pemerintah, Ekspor Perdana Perkuat Daya Saing Manufaktur di Kancah Internasional
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Stainless Prima Pipe (SPP) secara resmi melakukan ekspor perdana sebanyak 20 ton pipa stainless steel ke Jerman. Pelepasan ekspor ini dilaksanakan di fasilitas produksi PT SPP di Kawasan GIIC Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan menuju pasar global.

Direktur Utama PT Stainless Prima Pipe Mustika Ali menyampaikan ekspor perdana ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah guna meningkatkan ekspor nasional dan memperkuat daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar internasional.

Menurutnya, capaian ini jadi langkah awal perusahaan untuk memperluas pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa. “Ekspor perdana ini ialah momentum penting bagi kami untuk membuktikan bahwa produk manufaktur Indonesia mampu bersaing di pasar global. Kami optimistis dapat terus memperluas jangkauan pasar internasional ke depan,” ujar Mustika Ali, Selasa (28/4/2026).

Acara seremoni pelepasan ekspor dilakukan bersama Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Fajari Puntodewi, serta dihadiri Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Deden Muhammad FS.

Fajari mengapresiasi langkah PT SPP melakukan ekspor produk bernilai tambah. Kementerian Perdagangan melalui Ditjen PEN terus mendukung upaya pengembangan ekspor melalui fasilitasi promosi melalui pameran dagang di dalam dan luar negeri, termasuk dalam memfasilitasi business matching/pitching produk SPP ke perwakilan perdagangan di mancanegara. 

Kemendag, lanjut dia, mendorong penguatan ekosistem industri besi dan baja nasional, khususnya produk pipa stainless steel untuk industri makanan, minuman, dan farmasi, agar makin tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

"Ini perlu didukung kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan tata niaga serta menjaga iklim usaha kondusif bagi industri baja dalam negeri agar tumbuh secara sehat serta kompetitif di tengah dinamika perdagangan global," terangnya.

General Manager PT SPP Edi Tandiono menambahkan kapasitas produksi pipa stainless steel maksimal bisa mencapai hingga 1.100 ton per tahun. Perusahaan juga telah mengadopsi standar internasional seperti ASTM, 3A, dan EN 10357 untuk memastikan kualitas produk.

Ia mengatakan produk PT SPP dirancang guna memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri, termasuk makanan dan minuman, farmasi, serta energi, dengan mengedepankan kualitas, presisi, dan daya tahan tinggi.
"Sebagai perusahaan manufaktur yang berdiri pada 2023, kami merupakan pelopor produksi pipa stainless steel hygienic dan heat exchanger di Indonesia," ucapnya.

Selain prosesi pelepasan ekspor, rangkaian kegiatan meliputi pemaparan profil perusahaan dan kunjungan ke fasilitas produksi, yang memberikan gambaran langsung mengenai proses manufaktur yang diterapkan PT SPP.
Edi pun berharap ke depan perusahaan dapat ekspansi pasar ke berbagai negara di kawasan Eropa dan global sebagai bagian strategi pertumbuhan berkelanjutan. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya