Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI, Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus menggencarkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah. Turunnya hujan di beberapa daerah dirasakan cukup membantu percepatan pemadaman karhutla
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan sepekan terakhir upaya pemadaman karhutla di sejumlah wilayah, seperti Riau, Sumatra Selatan, dan Pulau Kalimantan turut terbantu turunnya hujan. Namun demikian, semua pihak tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi cuaca kering yang diprediksi akan terjadi hingga Oktober mendatang.
"Peningkatan tren titik panas setiap tahun biasanya terjadi pada September hingga Oktober karena berkorelasi dengan rendahnya curah hujan. Karena itu, penanggulangan saat ini setiap ada api kecil langsung dipadamkan sehingga tidak membesar," kata Agus di kantor BNPB, Jakarta, kemarin.
Faktor hujan juga diakui turut membantu pemadaman api di lahan gambut. Upaya pemadaman water bombing pada lahan gambut hanya bisa mencegah meluasnya api. "Maka dari itu, untuk gambut pemadaman menggunakan metode isolasi kanal," ujarnya.
Pemadaman di lahan gambut dengan metode tersebut, jelas Agus, telah diterapkan di berbagai wilayah. Salah satunya kebakaran di Kecamatan Bayung Lencir, Sumatra Selatan, yang baru-baru ini berhasil dipadamkan. Berdasarkan data KLHK, luas karhutla sepanjang tahun ini mencapai lebih dari 135 ribu hektare (ha). Sekitar 105 ribu ha terjadi di lahan mineral dan 30 ribu ha di lahan gambut.
Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B Panjaitan mengatakan selain pemadaman yang intensif, patroli untuk pencegahan pembakaran lahan juga dilakukan. Pihaknya menjangkau 1.461 desa di seluruh wilayah untuk sosialisasi pencegahan karhutla.
Penegakan hukum
Satgas penegakan hukum (Gakkum) siaga darurat Karhutla Riau menetapkan sebanyak 38 tersangka kasus karhutla yang sebagian besar melibatkan petani perorangan. Hanya satu tersangka dari perusahaan perkebunan kelapa sawit, yaitu PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) di Kabupaten Pelalawan.
"Saat ini ada 38 kasus dengan jumlah 38 tersangka kasus karhutla di Riau. Ada penambahan dua kasus dan tersangka dari sebelumnya," kata Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, kemarin. Dijelaskannya, dari jumlah 38 kasus itu, sebanyak 1 kasus perusahaan ditangani langsung Ditreskrimsus Polda Riau.
Selebihnya ditangani polres masing-masing, yaitu Indragiri Hilir sebanyak 1 kasus, Indragiri Hulu (3), Pelalawan (3), Rokan Hilir (4), Bengkalis (6), Siak (2), Dumai (8), Rokan Hulu (1), Meranti (2), Kampar (1), Kuantan Singingi (3), dan Pekanbaru (3).
Sementara itu, dari total 38 tersangka itu, sebanyak 22 orang ditahan di Rutan Polri yang terdiri dari Indragiri Hulu 1 orang, Indragiri Hilir (1), Pelalawan (3), Rokan Hilir (1), Bengkalis (4), Siak 2 orang, Dumai (4), Rokan Hulu (1), Kuantan Singingi (3), dan Pekanbaru (2).
Direktur Ditreskrimsus Polda Riau Ajun Komisaris Besar (AKB) Andri Sudarmadi mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan mendalam terkait dengan rencana penetapan satu lagi tersangka perusahaan kasus karhutla Riau. (RK/SL/RF/H-1)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved