Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN energi baru dan terbarukan (EBT) membutuhkan langkah strategis yang lebih serius untuk mendorong pencapaian mitigasi perubahan iklim Indonesia. Sesuai dokumen Nationally Determined Contribution (NDC), pengurangan emisi dari sektor energi dipatok 11% dari target 29% pada 2030.
"Harus ada langkah radikal dan sebenarnya Presiden menginginkan itu dilakukan kementerian terkait. Beberapa tahun ke depan penggunaan batu bara masih direncanakan untuk pembangkit listrik tapi sepatutnya jangan lagi mendahulukan batu bara," kata Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Paul Butarbutar dalam diskusi Pojok Iklim di Jakarta, Rabu (21/8).
Baca juga: Defisit Anggaran Membengkak, Menkeu akan Perbaiki BPJS Kesehatan
Menurutnya, peluang Indonesia sangat besar untuk menggunakan energi terbarukan karena memiliki sumber daya melimpah. Tren global harga teknologi EBT, tambah Paul, sudah semakin murah sehingga bisa menghasilkan listrik dengan harga 20 sen per kwh. Padahal dulu harganya jauh lebih tinggi.
Namun, menurutnya, regulasi saat ini masih belum mendukung dan menghambat perkembangan EBT. Misalnya ialah Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Aturan itu dinilai tidak kondusif untuk investasi pembangkit listrik berbasis EBT khususnya untuk pendanaan melalui perbankan.
"Investasi EBT harus dimaksimalkan dengan mendahulukannya kemudian kekurangannya baru disuplai energi fosil. Perlu juga ada kewajiban PLN untuk memanfaatkan listrik dari EBT karena selama ini belum ada kewajiban tersebut," imbuhnya.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat pencapaian pengurangan emisi sektor energi yang pada 2020 ditarget 30 juta ton CO2e sesuai Inpres No 61/2011 sudah terlampaui. Data per 2017 capaian pengurangan emisinya mencapai 33 juta ton CO2e.
Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLHK Emma Rachmawaty mengatakan Indonesia menaikkan target pada 2030 sesuai Kesepakatan Paris. Target pengurangan sektor energi naik 10 kali lipat lebih yakni 314 juta ton CO2e pada 2030.
"Masih banyak peluang dari sektor energi yang bisa dioptimalkan terutama EBT. Selain EBT, mengenai mobil listrik juga belum masuk dalam NDC Indonesia karena peraturannya baru terbit. Kemudian penggunaan biofuel B20 dan B30 juga belum disesuaikan dalam NDC," imbuhnya. (OL-8)
Pengamat energi Elrika Hamdi menilai kinerja positif PGEO menunjukkan industri energi panas bumi di Indonesia semakin mendapat tempat dalam bauran energi nasional.
Pengembangan PLTS dapat difokuskan pada optimalisasi potensi yang telah ada, termasuk PLTS terapung di waduk-waduk strategis serta peningkatan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi.
PLN EPI mendorong pengembangan gasifikasi biomassa sebagai solusi percepatan program dedieselisasi, khususnya di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik interkoneksi.
Di Kalsel potensi EBT diperkirakan mencapai 3.270 mega watt yang berasal dari energi tenaga surya, bayu, air, biogas serta biomassa.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan menyampaikan alokasi program mandatori B40 pada 2026 ditetapkan sebesar 15,646 juta kiloliter.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Dalam rangka memperingati Hari Bumi, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali menanam 1.000 pohon di kawasan Hutan Bambu Sandan, Kabupaten Tabanan.
Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba menilai proyek PLTS 100 GWp sebagai langkah strategis Indonesia hadapi krisis energi global dan konflik geopolitik.
Indonesia resmi meluncurkan 1,3 Gw PLTS Atap sebagai tonggak transisi energi nasional menuju visi 100 Gw energi surya dan penciptaan 760 ribu lapangan kerja.
Penggunaan terminologi yang terlalu umum seperti "gangguan suplai" dianggap tidak memenuhi standar transparansi.
Mati lampu hari ini sempat terjadi di Jakarta dan berdampak luas. PLN memastikan listrik kini sudah pulih 100 persen setelah gangguan di gardu induk.
Sejumlah lampu lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat mati akibat listrik anjlok pada 23 April 2026. Polisi sampai harus menghubungi PLN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved