Bermain di Luar Ruang Pacu Tumbuh Kembang Anak

Eni Kartinah
01/8/2019 19:23
Bermain di Luar Ruang  Pacu Tumbuh Kembang Anak
Sejumlah anak bermain air di area sumber banteng, Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri, Jawa Timur.(Antara/Prasetia Fauzani)

Aktivitas di luar ruang memiliki banyak manfaat untuk proses tumbuh kembang anak. Sayangnya, saat ini masih banyak orang tua yang kerap khawatir mengajak anak main di luar, karena berbagai alasan.

Survei terbaru yang dilakukan merek produk perawatan bayi dan anak, My Baby, menemukan bahwa 85% ibu khawatir ketika anak main di luar dan 65% merasa gigitan nyamuk dan serangga menjadi alasan utama kekhawatiran para ibu.

Padahal bermain di luar ruang membawa banyak manfaat. Seperti, meningkatkan semangat dan kemampuan sosial, mengembangkan kreativitas, meningkatan kebahagiaan, hingga menghasilkan energi yang menjaga kesehatan tubuh, menjadi dampak positif yang dihasilkan ketika anak mengeksplorasi alam terbuka. 

“Beraktivitas di luar memiliki manfaat yang sangat luas. Peningkatan kreativitas, berkembangnya kemampuan penyelesaian masalah, melatih kerja sama, hingga mampu memperbaiki suasana hati. Jika anak dibiasakan beraktivitas di luar rumah akan terlihat nyata peningkatan kebugarannya,” ujar psikolog keluarga Retno Dewanti Purba.

Orang tua, lanjutnya, sebaiknya memberi kesempatan pada anak untuk menghabiskan waktu di halaman rumah, ruang hijau terbuka, kebun, taman, pantai, pegunungan, dan lingkungan alami lain. Dampingi anak bermain di luar rumah agar mereka bisa mengenal lingkungan dengan cara menyenangkan.

Upayakan anak bermain seraya mengaktifkan seluruh moda sensori tubuhnya. Melompat, berlari, berjalan, berjinjit dan berbagai gerakan tubuh akan mempengaruhi keterampilannya menguasai gerakan kasar dan halus. Mengamati tanaman, bebatuan, bunga, hewan akan menambah kekayaan wawasannya akan lingkungan. Jelaskan dengan bahasa yang mudah tentang berbagai hal baru yang ditemui di alam terbuka.

Jadi, sangat penting bagi orang tua untuk tidak takut dan khawatir membawa anak-anaknya berinteraksi dengan alam. “Kewaspadaan tetap perlu, namun tidak boleh takut atau menghindari aktifitas luar. Kita bisa melakukan persiapan yang baik agar anak aman dan nyaman beraktifitas di luar,” imbuh Dewanti.     

Persiapan itu antara lain bisa dilakukan dengan mengoleskan minyak telon berkandungan bahan-bahan yang mampu menghindarkan anak dari gigitan nyamuk dalam waktu lama. Terkait hal itu, sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati - Institut Teknologi Bandung pernah mengadakan penelitian efektifitas minyak telon berkandungan minyak sereh, chamomile, lemongrass, minyak Adas, eucalyptus, serta minyak kelapa dalam menghindari gigitan nyamuk.

 “Hasil pengujian membuktikan bahwa nyamuk menghindar dari kulit yang sudah dioles minyak telon tersebut. Perlindungan dari gigitan nyamuk itu bertahan hingga 12 jam. Ini menjadi yang pertama di Indonesia dan memberikan standar baru dalam industri minyak telon Tanah Air,” ujar Ketua Tim peneliti dari ITB, Prof Intan Ahmad. (OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya