Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar memperkirakan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Riau akan berlangsung hingga Mei 2019. Status itu ditetapkan pemerintah provinsi menyusul karhutla yang terjadi sejak awal Januari lalu.
"Gubernur telah mengeluarkan siaga darurat, ini sebetulnya pola yang baru kita terapkan di zaman Presiden Jokowi. Artinya sebelum meluas kita tangani intensif. Saya sudah minta seluruh pihak untuk siaga terus karena polanya pada Mei nanti biasanya akan naik titik panasnya," ujarnya di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis, (21/2).
Baca juga: Gerakan Indonesia Bersih Butuh Inisiatif Lintas Kalangan
Sejak Januari hingga Februari ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 843 hektar lahan terbakar di Provinsi Riau. Sebaran dari kebakaran lahan ini berada di Kabupaten Rokan Hilir seluas 117 ha, Dumai 43,5 ha, Bengkalis 627 ha, Meranti 20,2 ha, Siak 5 ha, Kampar 14 ha, dan Kota Pekanbaru 16 ha.
Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan BNPB untuk penanganan karhutla di Riau. Penanganan melalui pemadaman lapangan dan pengecekan titik panas dilakukan agar kebakaran tak meluas. Patroli juga dilakukan untuk pencegahan.
"Yang penting konsep penangananya. Penanganan dilakukan ketika ada api harus dimatikan," ujarnya.
Menteri Siti menegaskan, penanganan karhutla hingga kini sudah jauh lebih baik khususnya pascakebakaran hebat pada 2015. Terbukti, luasan karhutla turun dari 2,6 juta hektare ada 2015 menjadi 165,5 ribu hektare pada 2017.
"Sistem dan kebijakan sudah dijalankan. Memang ada faktor alam dalam karhutla, tapi kita tidak berpuas diri. Yang jelas penanganan dan pencegahan terus dilakukan," pungkasnya. (OL-6)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved