Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Reza Rahadian kini menjajal menjadi sutradara melalui sebuah film panjang bejudul Pangku.
Menurut Reza, alasan utama mengambil langkah tersebut didorong merasa perlu untuk terus bergerak dan bertumbuh dalam kariernya.
"Medium penyutradaraan adalah medium saya yang baru. Baru dalam artian ini first feature film ini debut, jadi saya punya ruang baru untuk bertumbuh dan berkembang ke depannya, terus bergerak," kata Reza, dikutip Rabu (10/9).
Reza mengaku dalam menjalani berakting maupun menyutradarai memiliki kenikmatan sendiri. Namun, dia menekankan bahwa saat ini, sutradara memberikannya ruang untuk terus tumbuh dan berkembang.
"Standar saya adalah apakah saya bisa menyampaikan sebuah cerita dengan jujur, dengan sebaik-baiknya itu menjadi standar," tutur Reza.
Melalui film Pangku debutnya sebagai penyutradaraannya, Reza mengaku mewujudkan adegan impiannya, yakni dengan membawa nilai pelajaran hidup berharga dari ibunya.
Menurut Reza, sebuah nilai yang diajarkan ibunya bahwa kesulitan dan tantangan hidup tidak seharusnya diromantisasi atau dijadikan alasan untuk mengasihani diri sendiri.
"Tapi dijadikan momentum untuk melangkah lebih baik lagi, lebih tepat, jadi enggak ada proses untuk mengasihani diri dan tidak mendramatisasi duka dalam kehidupan gitu. Tapi terus merayakan kehidupan dengan segala hirup-pikuknya," ujar Reza.
Reza mengatakan nilai pelajaran hidup tersebut digambarkannya dalam adegan sederhana di film Pangku, seperti misalnya menggambarkan ibu dengan anaknya yang sambil tiduran dan mengobrol.
"Itu bonding antara orangtua dengan anak, tapi bukan sedang meratapi nasib. Lebih kepada, oh yaudah, ini hidup kita lagi begini, kita jalani aja," ungkap Reza.
Reza juga mengaku nilai hidup tersebut dirinya temukan saat riset di lapangan, yang kondisinya jauh dari keberuntungan, namun memiliki kekuatan yang justru menjadi sumber inspirasi.
"Sementara mereka juga yang memberikan dukungan gitu, kebalik, mereka yang memberikan inspirasi, memang berat tapi bukan untuk dikasihani, hidup harus dijalani aja mas. Jawaban dijalani aja tuh buat saya kayak, kok bisa ya mereka jawab sekuat itu," ungkap Reza.
Film cerita panjang yang diproduksi oleh Gambar Gerak, rumah produksi yang didirikan Reza Rahardian dan Arya Ibrahim, itu mengangkat kisah tentang perjuangan bertahan hidup perempuan dan ibu.
Mengikuti kisah hidup Sartika (Claresta Taufan), seorang perempuan muda yang sedang hamil dan berusaha mencari masa depan lebih baik untuk anaknya.
Dia bertemu dengan Maya (Christine Hakim), pemilik sebuah kedai kopi di Pantura yang merawat dan membantunya melalui proses persalinan.
Namun, justru membawanya menjadi pelayan kopi pangku tanpa memiliki banyak pilihan.
Film ini dibintangi Claresta Taufan, Christine Hakim, Fedi Nuril, Devano Danendra, Shakeel Fauzi, Putri Risa Juan, Dea Chandika, Nazira C.
Noer, Galabby, T. J. Ruth, Lukman Sardi, dan Djenar Maesa Ayu.
Pangku dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 November 2025.
Film Pangku sebelumnya telah melalui berbagai tahap pengembangan dan mendapat penghargaan. Dimulai dari penghargaan White Light Post-Production Award di JAFF Future Project (JFP) 2024.
Kemudian, lolos seleksi untuk dipresentasikan dalam Hong Kong - Asia Film Financing Forum ke-23 (HAF23), dan terpilih menjadi salah satu dari lima proyek film yang memenangkan HAF Goes to Cannes Program dan melanjutkan perjalanan untuk dipresentasikan di Cannes Film Festival 2025.
Pangku juga terpilih mengikuti Far East in Progress, Focus Asia 2025 di Far East Film Festival 2025 dan mendapatkan bantuan pendanaan Red Sea Fund for Post-Production dari Red Sea Film Foundation. (Ant/Z-1)
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Angga Yunanda ungkap tantangan fisik ekstrem di film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja, mulai dari adegan merayap hingga lari di area luas.
Maudy Ayunda mengaku sempat takut saat ditawari peran Laksmi dalam film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja. Simak detail karakter dan jadwal tayangnya.
Aktor cilik Jordan Omar merasa seperti di rumah sendiri saat syuting film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan. Simak ceritanya.
Dwi Sasono tampil beda sebagai Yudi dalam film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?. Simak sinopsis, daftar pemain, dan jadwal tayangnya di sini.
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Sutradara Joko Anwar ungkap alasan pilih warna kuning untuk baju tahanan di film Ghost in the Cell sebagai simbol harapan di tengah dunia yang kelam.
Joko Anwar ungkap makna mendalam poster Ghost in the Cell. Visual lubang jadi metafora sistem sosial busuk dan harapan di tengah kengerian.
Sutradara Joko Anwar menekankan pentingnya cerita otentik yang relevan dengan keresahan masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan industri film Indonesia.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved