Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Hanung Bramantyo mengungkapkan penggarapan film Miracle in Cell No 7, yang merupakan remake atau adaptasi dari film berjudul sama asal Korea Selatan, lebih menantang dari film-film adaptasi yang pernah dia garap sebelumnya.
Menurut dia, penggarapan adaptasi atau remake dari film membawa beban yang lebih berat sebab penonton sudah mengetahui alur cerita, aktor, dan visualisasi dari film aslinya. Apalagi, Miracle in Cell No 7 termasuk film yang sukses dan populer di seluruh dunia dan telah di-remake di beberapa negara.
"Saya mengadaptasi dari film. Kalau film kan orang lihatnya gambar, jelas. Jadi aktornya seperti apa dan adegannya seperti apa, itu tergambar jelas," kata Hanung saat konferensi pers, dikutip Minggu (4/9).
Baca juga: Vino G Bastian Sebut Miracle in Cell No 7 Kisahkan Cinta Seorang Ayah
"Kalau novel, orang berbeda persepsi kan wajar. Minke (tokoh di Bumi Manusia), misalnya. Sepuluh pembaca di Indonesia pasti mereka membayangkan 10 Minke di kepalanya. Tapi film kan enggak, gambarnya jelas. Artinya kalau saya tidak lebih bagus dari itu (film sebelumnya), habislah," sambungnya.
Hanung menambahkan, berbeda dengan film adaptasi novel, pendapat mengenai film remake dari film yang sudah ada akan sulit didebat.
"Kalo dari novel kan, lebih bagus filmnya daripada novelnya, atau lebih bagus novelnya daripada filmnya. Itu kan debatable, karena satu teks satunya lagi gambar, kalau ini kan sama-sama gambar," ujar Hanung.
"Ibaratnya membandingkan bakso di Ampera dan bakso di Pasar Minggu enakan mana? Ya sama-sama bakso jadi lebih berat. Tapi kalau bandingin bakso sama pempek kan, yang bandinginnya gimana," lanjutnya.
Meski demikian, Hanung bersyukur dirinya dikelilingi tim produksi yang sangat kompeten dan dibantu oleh sinematografer Yunus Pasolang dan art director Frans Faat sehingga film dapat dikemas dengan baik.
"Mereka dua insinyur visual yang menurut saya luar biasa. Teman-teman bisa melihat trailer-nya seperti apa, kekuatan sinematik itu ternyata penting sekali. Saya beruntung bisa dikawani oleh Yunus dan Frans," tutur Hanung.
Tidak lupa, Hanung juga memuji para aktor yang bermain dalam film garapannya itu.
Menurut Hanung, para aktor mulai dari Vino G Bastian, Indro Warkop, Bryan Domani, Indra Jegel, Tora Sudiro, dan yang lainnya mampu memerankan karakter mereka dengan baik.
"Pemain-pemain ini buat saya luar biasa dan mereka menulis sendiri skenario di lapangan. Jadi saya terbantukan. Mereka menulis sendiri skenario di lapangan dan mereka memainkan itu. Jadi saya sekedar menaruh kamera aja sudah jadi," tutup Hanung.
Film Miracle in Cell No 7 siap tayang di bioskop mulai 8 September 2022. (Ant/OL-1)
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Sutradara Joko Anwar ungkap alasan pilih warna kuning untuk baju tahanan di film Ghost in the Cell sebagai simbol harapan di tengah dunia yang kelam.
Joko Anwar ungkap makna mendalam poster Ghost in the Cell. Visual lubang jadi metafora sistem sosial busuk dan harapan di tengah kengerian.
Sutradara Joko Anwar menekankan pentingnya cerita otentik yang relevan dengan keresahan masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan industri film Indonesia.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Children of Heaven dikenal sebagai salah satu karya sinema berpengaruh yang masuk nominasi Academy Awards untuk Best Foreign Language Film (kini Best International Feature).
Film ini mengisahkan drama emosional antara dua bersaudara Ali dan Zahra yang, karena terhimpit kemiskinan, harus bergantian memakai sepasang sepatu untuk sekolah.
"Kita compare medium yang 1,5 jam (film Ipar adalah Maut) sama medium yang berpuluh-puluh episode, jadi pasti ada sisi Aris yang tidak terlihat di film akan muncul juga di sini (series),"
Deva Mahenra masih didapuk untuk memerankan Aris seperti di film. Sementara pemeran Nisa dalam series ini adalah Tatjana Saphira dan Rani diperankan oleh Nicole Parham
“Harapan aku, pada punya energi ya untuk nonton, karena kayak naik roller coaster, semua bergejolak. Bagi kamu yang mengalami pengkhianatan, dibohongi, agar film ini menjadi suara buat kamu,”
FILM La tahzan: Cinta, Dosa, Luka garapan sutradara Hanung Bramantyo menceritakan drama sebuah keluarga dengan isu perselingkuhan. Dibintangi oleh Deva Mahenra, Marshanda, dan Ariel Tatum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved