Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DITUDING menjiplak film horor Korea berjudul "Umma", produser dan sutradara film "Oma The Demonic" menegaskan bahwa filmnya tersebut original dan telah lebih dulu menyelesaikan proses syuting.
"Di sini saya tekankan, kita original dengan original story-nya kita. Dari Unicorn Pictures," kata sutradara "Oma The Demonic" Joel Fadly saat jumpa pers di Jakarta Selatan, Senin (18/4).
Baca juga: Donita Andalkan Makanan Berkuah Selama Ramadan
"Kalau soal duluan itu, kita duluan. Karena kita produksi itu di 2018 akhir dan 2019 awal. Dan kalau 'Umma' itu sendiri kan di 2020 ya," tambahnya.
Lebih lanjut, Joel menjelaskan bahwa pada akhirnya keberuntunganlah yang membawa film "Umma" lebih dulu tampil di layar lebar. Sebab, Joel mengaku film "Oma The Demonic" juga sempat tertahan karena pandemi. Hal inilah yang menyebabkan orisinalitas film "Oma The Demonic" dipertanyakan publik.
"Pada akhirnya memang soal keberuntungan untuk tayang duluan. Karena memang waktu itu pandemi juga yang membuat kita tertahan lama. Jadi pada akhirnya memang orisinalitas kita kayak dipertanyakan," jelas Joel.
"Jujur ini memang hasil rembukan dengan produser dan tim kreatif bahwa pada akhirnya kita memilih cerita yang begini. Dan kita juga nggak tahu kalau perjalanannya adalah ada yang mirip dan itu dari luar pula," tutupnya.
Di sisi lain, produser "Oma The Demonic" Retno Sekar Daty mengaku tak terkejut dengan hadirnya film "Umma" yang memiliki kemiripan judul dengan filmnya. Namun, Retno pun juga turut menjelaskan bahwa proses syuting "Oma The Demonic" lebih dulu dilakukan dan telah lulus sensor di Februari 2020.
"Kalau dibilang kaget ya nggak juga sih. Karena nggak kita duga gitu kan. Dan kalau dibilang duluan, ya kita duluan karena kita sudah lulus sensor itu di bulan Februari 2020. Sementara 'Umma' itu baru dibuatnya di bulan Oktober," tegas Retno. (Ant/OL-6)
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Sutradara Joko Anwar ungkap alasan pilih warna kuning untuk baju tahanan di film Ghost in the Cell sebagai simbol harapan di tengah dunia yang kelam.
Joko Anwar ungkap makna mendalam poster Ghost in the Cell. Visual lubang jadi metafora sistem sosial busuk dan harapan di tengah kengerian.
Sutradara Joko Anwar menekankan pentingnya cerita otentik yang relevan dengan keresahan masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan industri film Indonesia.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved