Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Aktor pemenang Oscar Denzel Washington mengakui dirinya masih belajar menjadi sutradara jelang perilisan film keempatnya berjudul “A Journal for Jordan”.
“A Journal for Jordan” dijadwalkan tayang perdana di bioskop Amerika pada Sabtu (25/12). Film yang ditulis Virgil Williams ini diangkat berdasarkan memoar “A Journal for Jordan: A Story of Love and Honor” oleh Dana Canedy.
“Saya tidak menyebut diri saya seorang sutradara. Saya masih belajar,” katanya kepada Associated Press dikutip pada Rabu (22/12).
Washington mengaku dirinya belajar menyutradarai dari para “master”, termasuk belajar kepada sutradara Joel Coen. Film Coen yang juga dibintangi Washington, “The Tragedy of Macbeth”, sama-sama akan tayang pada Sabtu (25/12).
“Selama bertahun-tahun, saya diberkati untuk bekerja dengan beberapa pembuat film terhebat yang pernah ada. Jadi saya ‘mencuri’ pelajaran dari mereka yang terbaik,” sambungnya.
Selain Coen, ia mengatakan juga belajar dari Spike Lee, Tony Scott, Ridley Scott, Norman Jewison, Richard Attenborough, hingga Jonathan Demme.
“Saya mengambil sedikit dari mereka dan mencoba menerapkannya pada apa yang saya pelajari untuk bagaimana melakukannya,” tutur Washington.
Washington lebih dikenal sebagai aktor yang telah membintangi sekitar 60 fillm. Berkat kemampuan aktingnya, ia telah memenangkan dua piala Oscar hingga tiga Golden Globe Awards.
Film “A Journal for Jordan” yang Washington garap dibintangi oleh aktor “Black Panther” Michael B. Jordan dan aktris “Monsters and Men” Chante Adams.
Film tersebut bercerita tentang bagaimana Canedy meneruskan jurnal yang ditinggalkan tunangannya, Sersan Pertama Angkatan Darat AS Charles King, terbunuh selama perang Irak. Jurnal tersebut berisi nasihat kepada Jordan yang saat itu masih bayi.
King mulai menulis jurnal pada 2005. Canedy, yang merupakan bagian mantan jurnalis New York Times, menerbitkan memoar tersebut pada 2008.
“Ketika saya membaca naskahnya dan saya berkata, 'Wah, kami punya sesuatu di sini, saya akan mengarahkan ini’,” ujar Washington kepada Reuters.
Sebelum “A Journal for Jordan”, ia telah menyutradarai “Fences” (2016) yang diadaptasi dari drama teater berjudul sama karya August Wilson. Film yang dibintangi oleh dirinya sendiri dan Viola Davis ini mendapat respon positif dari para kritikus.
Pada 2002, ia memulai debut penyutradaraannya melalui film “Antwone Fisher”. Selanjutnya pada 2007, ia menggarap film “The Great Debaters”. (Ant/OL-12)
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Sutradara Joko Anwar ungkap alasan pilih warna kuning untuk baju tahanan di film Ghost in the Cell sebagai simbol harapan di tengah dunia yang kelam.
Joko Anwar ungkap makna mendalam poster Ghost in the Cell. Visual lubang jadi metafora sistem sosial busuk dan harapan di tengah kengerian.
Sutradara Joko Anwar menekankan pentingnya cerita otentik yang relevan dengan keresahan masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan industri film Indonesia.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved